Subscribe

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, Januari 22, 2010

Mengenal Lebih dekat Mazhab Ahlul Bayt (syi'ah imamiah itsna asyariyah = Syiah Ja'fariyah)

Mazhab syi'ah imamiah itsna asyariyah = Syiah Ja'fariyah

1. Adalah sebuah kelompok besar dari umat Islam pada masa sekarang ini, dan jumlah mereka diperkirakan ¼ jumlah umat Islam. Latar belakang sejarahnya bermuara pada masa permulaan Islam, yaitu saat turunnya firman Allah swt. surat Al-Bayyinah ayat 7 :
1. Adalah sebuah kelompok besar dari umat Islam pada masa sekarang ini, dan jumlah mereka diperkirakan ¼ jumlah umat Islam. Latar belakang sejarahnya bermuara pada masa permulaan Islam, yaitu saat turunnya firman Allah swt. surat Al-Bayyinah ayat 7 :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُوْلَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّة

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, mereka adalah sebaik-baiknya penduduk bumi. (QS. Al Bayyinah [98]:7)

Selekas itu, Rasulullah saw. meletakkan tangannya di atas pundak Ali bin Abi Thalib a.s., sedang para sahabat hadir dan menyaksikannya, seraya bersabda: “Hai Ali!, Kau dan para syi’ahmu adalah sebaik-baiknya penduduk bumi”. [1]

Dari sinilah, kelompok ini disebut dengan nama “syi’ah”, dan dinisbatkan kepada Ja’far Ash-Shadiq a.s. karena mengikuti beliau dalam bidang fiqih.

2. Banyak dari kelompok ini yang tinggal di Iran, Irak, Palestina, Afganistan, India, dan tersebar secara luas ke negara-negara republik yang memisahkan diri dari Rusia, juga ke negara-negara Eropa, seperti Inggris, Jerman, Perancis, Amerika, dan Benua Afrika serta Asia timur. Mereka memiliki masjid-masjid, Islamic Center, pusat-pusat kegiatan budaya dan sosial.

3. Kaum Syi’ah Ja’fariyah terdiri dari bangsa, suku, bahasa dan warna yang berbeda-beda. Mereka hidup secara berdampingan dengan saudara-saudara muslim yang lain dari golongan dan mazhab yang berbeda dengan penuh kedamaian dan kasih sayang. Dan mereka saling mem-bantu dan bekerja sama di segala bidang dengan penuh

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Sesungguhya orang-orang mukmin adalah saudara. (QS. Al-Hujurat [49]:10)

Dan firman Allah swt.:

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى

Saling tolong-menolonglah dalam kebaikan dan taqwa”. (QS. Al-Maidah [5]:ٰ)

Dan berpegang teguh pada sabda Nabi saw.: “Orang-orang muslim - satu sama lainnya- laksana tangan yang satu”. [2] Juga sabda yang lain dari beliau: “Orang-orang mukmin (satu sama lainnya) seperti satu tubuh”.[3]

4. Sepanjang sejarah Islam, mereka memiliki sikap disegani dan posisi yang cemerlang dalam membela Islam dan kaum muslimin. Mereka juga telah mampu mendirikan pemerintahan-pemerintahan dan negara-negara yang ber-khidmat pada peradaban Islam. Begitu juga, mereka memiliki ulama-ulama serta ahli-ahli yang telah menyum-bangkan tenaga dan seluruh pikiran mereka untuk memperkaya warisan-warisan Islam; dengan cara menulis ratusan ribu karangan, buku-buku kecil dan besar di bidang tafsir Al-Quran, hadis, akidah, fiqih, ushul fiqih, akhlak, dirayah, rijal, filsafat, nasihat-nasihat, sistem pemerintahan dan kemasyarakatan, bahasa dan sastra bahkan kedokteran, fisika, kimia, matematika, astronomi, ilmu-ilmu biologi, dan cabang-cabang ilmu lainnya. Dalam berbagai disiplin ilmu mereka memainkan peran sebagai perintis dan pencetus berbagai bidang keilmuan.[4]

5. Mereka percaya kepada Allah Yang Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu, yang tidak beranak, tidak pula diperanakkan, serta tak ada sekutu bagi-Nya. Mereka menafikan dari Dzat Allah swt. segala sifat-sifat kebendaan, anak, tempat, zaman, perubahan, gerak, naik dan turun, dan lain sebagainya yang tidak layak bagi keagungan, kesucian, kesempurnaan dan keindahan-Nya. Mereka juga meyakini bahwa hanya Dialah yang layak disembah, bahwa hukum serta syariat hanyalah milik dan hak-Nya, dan bahwa kemusyrikan dengan segala macam-nya, secara terbuka maupun rahasia—adalah kezaliman yang amat besar dan dosa yang tak terampunkan.

Mereka percaya akan semua ini dapat dibuktikan atas dasar akal yang sehat yang sejalan dengan Al-Quran dan hadits shahih; dari manapun sumbernya. Mereka tidak bersandar pada hadis-hadis Israiliyat dalam bidang akidah, tidak pula mengambil ajaran dari hadis-hadis yang diriwayatkan oleh orang-orang Majusi; yang menggam-barkan Allah swt. dalam bentuk manusia, menyerupakan-Nya dengan makhluk-makhluk, atau menyandarkan perbuatan zalim dan kesia-siaan kepada-Nya. Sesung-guhnya Allah Maha Suci dan Maha Luhur dari apa yang mereka duga atau menisbatkan perbuatan tercela kepada para nabi a.s. secara mutlak.

6. Mereka meyakini bahwa Allah swt. Maha Adil dan Maha Bijaksana. Dia menciptakan alam semesta atas dasar keadilan dan kebijaksanaan. Dia tidak pernah mencip-takan sesuatu secara sia-sia, baik benda-benda mati, tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, langit atau bumi, karena kesia-siaan itu bertentangan dengan keadilan dan kebijaksanaan, juga bertentangan dengan sifat-Nya yang melazimkan setiap kesempurnaan yang niscaya dimiliki-Nya, serta melazimkan penafian segala kekurangan dari Dzat-nya.

7. Mereka meyakini bahwa Allah swt.—dengan keadilan dan kebijasanaan-Nya—telah mengutus kepada manusia para nabi dan rasul yang diangkat sebagai manusia-manusia maksum dan memiliki pengetahuan yang luas, yang bersumber dari wahyu untuk memberi hidayah kepada manusia, membantu mereka mencapai kesem-purnaan yang diharapkan, dan mengarahkan mereka kepada ketaatan yang menurunkan surga, dan menyam-paikan mereka kepada rahmat dan keridhaan Allah swt.

Di antara para nabi dan rasul itu adalah Adam a.s., Nuh a.s., Ibrahim a.s., Musa a.s. dan nama-nama lainnya yang telah disebutkan oleh Al-Quran, atau yang ada disebutkan nama dan keadaan-keadaan mereka dalam hadis-hadis yang mulia..

8. Mereka percaya bahwa siapa yang taat kepada Allah swt. dan melaksanakan perintah-perintah dan aturan-aturan-Nya di segala bidang kehidupan, ia akan selamat dan beruntung, serta layak mendapatkan pujian dan pahala,. meskipun ia hamba sahaya dari Afrika. Dan sebaliknya, siapa yang bermaksiat kepada Allah swt. dan pura-pura bodoh terhadap segala perintah-Nya dan menerapkan hukum-hukum selain hukum-hukum Allah, ia akan rugi dan binasa, dan layak mendapatkan hujatan dan siksa, meskipun ia seorang tuan atau sayyid dari bangsa Quraisy, sebagaimana yang terdapat dalam hadis Nabi saw.

Mereka meyakini bahwa tempat pahala dan siksa adalah Hari kiamat, yang di dalamnya terdapat hari perhitungan, timbangan, surga, dan neraka. Dan hal itu akan terjadi setelah melewati alam kubur dan alam barzakh. Mereka juga menolak reinkarnasi (tanâsukh) yang dianut oleh sebagian pengingkar Hari Kebangkitan, karena mempercayainya berarti mendustakan Al-Quran dan hadis-hadis Nabi saw.

9. Mereka meyakini bahwa nabi, rasul terakhir dan yang paling utama adalah Muhammad bin Abdillah bin Abdul Muthalib saw., yang telah dijaga dari kesalahan dan ketergelinciran, dan Allah telah memeliharanya dari segala maksiat, baik yang besar maupun yang kecil, sebelum dan sesudah menjadi nabi, dalam tablig maupun di luar tablig. Dan Allah swt. telah menurunkan kepada-nya Al-Quran untuk dijadikan sebagai pedoman hidup manusia sepanjang masa. Nabi saw. telah meyampaikan risalah-Nya dan menunaikan amanat-Nya dengan benar dan ikhlas. Kaum Syi'ah mempunyai puluhan ribu karya di bidang penulisan siroh nabawi, kepribadian, sifat-sifat, keistimewaan dan mukjizat-mukjizat Nabi saw. [5]

10. Mereka meyakini bahwa Al-Quran yang diturunkan kepada Rasulullah saw. melalui Jibril a.s. dan ditulis oleh sekelompok sahabat-sahabat besar generasi pertama. Di antara mereka adalah Ali bin Abi Thalib a.s. pada masa Nabi saw. dan melakukan penulisan wahyu di bawah pengawasannya. Dan karena perintah dan petunjuknya, mereka menghafal dan menyempurnakannya, menghitung huruf-hurufnya, kata-katanya, surat-surat dan ayat-ayatnya. Dan mereka menurunkan ke generasi berikutnya. Kitab suci inilah yang dibaca umat Islam saat ini dengan berbagai macam kelompok, siang dan malam, tanpa ada penambahan, pengurangan dan perubahan. Dan kaum Syi’ah dalam bidang ini memiliki karya-karya tulis yang banyak, baik yang besar maupun yang kecil.[6]

11. Mereka meyakini bahwa tatkala Rasulullah saw. sudah dekat ajalnya, beliau mengangkat Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah dan pemimpin umat Islam sepening-galnya secara politis dan mengarahkan mereka kepada Ali untuk mengikutinya, baik dalam pemikiran atau dalam pemecahan persoalan hidup mereka, dan mene-ruskan pendidikan dan pembinaan mereka. Pengang-katan itu atas dasar perintah dari Allah di sebuah tempat yang dikenal dengan nama “Ghadir Khum” di akhir usia dan haji terakhirnya, dan di tengah kumpulan manusia yang ikut berhaji dengan Nabi saw. Menurut sebagian riwayat, jumlah mereka lebih dari 100 ribu orang.

Pada kesempatan itu beberapa ayat Al-Quran telah turun, di antaranya:

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

“Hai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika engkau itdak melaksanakannya berarti engkau tidak menyampai-kan risalah. Dan Allah akan melindungimu dari manusia. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi pentunjuk kepada kaum yang kafir.” (QS. Al Maidah [5]:67)

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

“Pada hari ini Aku sempurnakan untukmu agamamu dan aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu dan Aku relakan Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Maidah [5]: 3)

الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن دِينِكُمْ فَلاَ تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ

“Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa dari agamamu, maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku.” (QS Al-Maidah [5]:3)

سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ لِّلْكَافِرينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ

“Seorang penanya bertanya tentang suatu kejadian ke atas orang-orang kafir, azab yang tidak ada penghalang (langsung).” (QS. Al-Ma'arij [70]:1-2)

Begitu juga Nabi saw. meminta orang-orang untuk berbaiat kepada Ali dengan berjabat tangan. Maka merekapun segera berbaiat. Dan orang pertama dari mereka adalah tokoh-tokoh Muhajirin dan Anshar, serta sahabat-sahabat ternama.[7]

12. Mereka meyakini bahwa imam setelah Rasulullah saw. harus melakukan apa-apa yang pernah dilakukan Nabi saw. semasa hidup beliau, yaitu tugas-tugas memimpin dan memberikan petunjuk, pendidikan dan pengajaran, menjelaskan hukum-hukum, mengatasi problematika pemikiran, serta mejelaskan urusan sosial yang penting. Maka, imam juga harus menjadi kepercayaan umat, agar mereka bisa diarahkan pada ketentraman. Oleh karena itu, seorang imam menyerupai Nabi dalam kemampuan dan sifat, di antaranya kemaksuman ('ishmah) dan ilmu yang luas. Karena, imam sama seperti Nabi dalam kewenangan dan tanggung jawab kecuali menerima wahyu dan kenabian, sebab kenabian telah tertutup dan berakhir pada Rasulullah saw., beliau adalah penutup para nabi dan rasul. Agamanya adalah pemungkas seluruh agama, syariatnya pemungkas seluruh syariat, kitabnya pemungkas seluruh syariat, kitabnya pemungkas seluruh kitab. Tidak ada nabi setelahnya, tidak ada agama setelah agamanya, tidak ada syariat setelah syariatnya. Dan Syi’ah dalam hal ini memiliki karya-karya tulis yang banyak dan berbagai corak..

13. Mereka meyakini bahwa kebutuhan umat terhadap pemimpin yang laik dan maksum, mengharuskan agar tidak cukup dengan penunjukan Ali a.s. saja sebagai khalifah dan pemimpin setelah Nabi, tetapi ini harus berkesinambungan sampai masa yang panjang dan sampai akar-akar Islam mengokoh dan dasar-dasar syariat terjaga, serta pilar-pilarnya terpelihara dari segala bahaya yang mengancam setiap akidah dan aturan-aturan Tuhan. Hendaknya para imam dapat memberikan contoh praktis dan program yang sesuai dengan kondisi-kondisi yang akan dialami umat Islam setelahnya.

14. Mereka meyakini bahwa karena sebab tersebut di atas dan karena adanya hikmah yang tinggi, dengan perintah Allah swt. Nabi saw. telah menentukan 11 Imam setelah Imam Ali bin Abi Thalib a.s. Dengan demikian, jumlah mereka adalah 12 imam. Jumlah ini bahkan nama etnis mereka (Quraisy) telah disinggung—meski tidak disebut-kan nama dan ciri-ciri khasnya—dalam kitab Shahih Bukhori, Shahih Muslim, dengan redaksi yang berbeda-beda, seperti yang diriwayatkan dari Rasulullah saw. Bahwa: “Sesungguhnya agama ini akan senantiasa berjalan, tegak, mulia dan kuat selama di antara umat ada dua belas pemimpin atau khalifah yang semuanya berasal dari Quraisy”. (atau Bani Hasyim, sebagaimana yang terdapat dalam sebagian kitab). Bahkan disebutkan pula nama-nama mereka dalam sebagian kitab selain Kutub As-Sittah, yaitu buku-buku tentang keutamaan (manâqib), syair dan sastra. Meskipun hadis-hadis ini tidak secara langsung menye-butkan dan menentukan dua belas Imam, yaitu Ali dan 11 Imam dari keturunannya, hanya saja hadis-hadis tersebut tidak bisa dimaknai kecuali keyakinan Syi’ah Ja’fariyah. Dan tidak ada penafsiran yang relevan untuk hadis-hadis tersebut kecuali penafsiran mereka.[8]

15. Syi’ah Ja’fariyah meyakini bahwa 12 imam itu ialah :

1. Imam Ali bin Abi Thalib Al-Mujtaba a.s.

2. Imam Hasan Al-Mujtaba a.s.

3. Imam Husain Sayyid Asy-Syuhada a.s. (keduanya adalah putra Imam Ali dan Sayidah Fatimah a.s. dan cucunda Nabi saw.

4. Imam Ali Zainal Abidin As-Sajjad a.s.

5. Imam Muhammad bin Ali Al-Bagir a.s.

6. Imam Ja’far bin Muhammad Al-Shadiq a.s.

7. Imam Musa bin Ja’far Al-Khadzim a.s.

8. Imam Ali bin Musa Ar-Ridha a.s.

9. Imam Muhammad bin Ali Al-Jawad-At-Taqi a.s.

10. Imam Ali bin Muhammad Al-Hadi- An-Naqi) a.s.

11. Imam Hasan bin Ali Al-‘Askari a.s.

12. Imam Muhammad bin Hasan Al-Mahdi Al-Muntazhar a.s. yang dijanjikan dan dinantikan.

Para ahli sastra unggulan dari luar mazhab Syi’ah, baik dari kalangan Arab ataupun Ajam, telah membuat bait-bait syair secara terinci yang memuat nama-nama 12 imam seperti: Haskafi, Ibnu Thulun, Fadhl bin Ruz Dahan, Al-Jamiy’ Athar Naisyabur dan Maulawi mereka dari pengikut Abu Hanifah, Syafi’i dan selainnya. Di sini kami hanya sebutkan dua kasidah sebagai contoh: pertama kasidah Haskafi Al-Hanafi, ulama abad ke-6 Hijriah:

“Haidar (gelar imam Ali) dan setelahnya Hasan dan Husain, kemudian,

Ali Zainal Abidin dan putranya Muhammad Al-Bagir.

Ja’far Al-Shadiq dan putranya Musa Al-Khazim, dan setelahnya.

Ali (Ar-Ridha) yang menjadi waliyul Ahad, kemudian putranya Muhammad (Al-Jawad).

Kemudian Ali (Al-Hadi) dan putranya yang benar dan jujur, Hasan (Al-Askari).

Yang selanjutnya Muhammad bin Hasan yang di yakini oleh orang-orang bahwa mereka adalah imam-imamku, tuanku.

Meskipun orang-orang mencaciku dan mendustakannya dan mencaci para imam, ketahuilah, muliakanlah mereka para imam yang namanya telah terjaga dan tidak bisa ditolak.

Mereka itu hujah-hujah Allah atas hamba-hamba-Nya mereka adalah jalan dan tempat tujuan.

Mereka di waktu siang berpuasa untuk Tuhan, dan di malam hari mereka ruku' dan sujud di hadapanTuhan-Nya”.

Qasidah yang kedua dari Syamsuddin bin Muhammad bin Thulun Ulama abad ke-10 Hijriah, ia mengatakan :

“Kalian harus berpegang pada 12 imam dari keluarga Musthafa Rasul, sebaik-baik manusia , yaitu...

Abu Thurab (imam Ali), Hasan dan Husain.

Ketahuilah, membenci Ali Zainal Abidin perbuatan tercela…

Muhammad Al-Bagir yang mengetahui betapa banyak ilmu…

Ash-Shadiq yang dipanggil Ja’far di antara manusia …

Musa yang diberi gelar Al-Khazim dan putranya Ali.

Ar-Ridha yang tinggi kedudukannya.

Muhammad At-Taqi yang hatinya penuh dan makmur dengan cahaya dan hikmah.

Ali Al-Naqi yang mutiara-mutiaranya tersebar.

Hasan Al-Askaryi yang telah disucikan.

Dan muhammad Al-Mahdi yang akan muncul.

Sesungguhnya mereka adalah Ahlul Bait, yang berdasar-kan perintah Allah swt, telah ditentukan oleh Nabi saw. sebagai pemimpin umat Islam, karena kemaksuman dan kesucian mereka dari kesalahan dan dosa, dan karena ilmu mereka yang luas yang telah mereka warisi dari sang datuk Nabi saw. yang telah memerintahkan kita untuk mencintai dan mengikuti mereka. Dalam hal ini Allah swt. berfiman:

قُل لَّا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى

“Katakan hai Muhammad, Aku tidak meminta kepada kalian upah atas apa yang aku lakukan kecuali kecintaan kepada keluargaku.” (QS. Al-Syura [42]:23)

Dan dalam ayat yang lain Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah [9]:119)

16. Syi’ah Ja’fariyah meyakini bahwa para imam suci—yang sejarah belum pernah mencatat dari mereka penyele-wengan atau kemaksiatan, baik dalam ucapan atau pun perbuatan—dengan bekal ilmu yang luas telah berkhid-mat kepada umat Islam dan memperkaya mereka dengan pengetahuan yang dalam serta pandangan yang benar dalam akidah, syariat, akhlak, sastra, tafsir, sejarah serta cakrawala masa depan. Demikian juga, mereka telah mendidik atau membina melalui ucapan atau perbuatan sekelompok laki-laki dan perempuan yang unggul di mana semua orang telah mengenal mereka dengan keutamaannya, ilmunya dan kebaikan prilakunya.

Syi’ah Ja’fariyah memandang bahwa meskipun mereka para imam telah dijauhkan dari kedudukan kepemim-pinan politis, tetapi mereka telah menunaikan dan menyampaikan misi intelektual dan tugas sosial mereka dengan sebaik-baiknya, karena mereka telah menjaga dasar-dasar akidah dan pilar-pilar syariat dariancaman penyimpangan.

Sekiranya umat islam memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan peran politik yang telah Rasul berikan kepadanya atas dasar perintah Allah swt., niscaya umat Islam akan mencapai kebahagian dan kemuliaan, serta keagungannya secara penuh, dan mereka akan menjadi satu, bersatu, dan tidak mengalami perpecahan, ikhtilaf dan pertentangan, peperangan, saling bunuh-membunuh, dan mereka tidak hina dan diremahkan.

17. Dengan menunjuk pada dalil-dalil Naqli dan Aqli, yang begitu banyak disebutkan dalam buku-buku Akidah, mereka meyakini bahwa umat Islam hendaknya mengikuti Ahlul Bait Nabi, dan senantiasa berada di jalannya, karena jalan Ahlul Bait adalah jalan yang telah digariskan oleh Rasulullah saw. untuk umat dan beliau telah mewasiatkan kepada umat agar menapaki jalan mereka dan berpegang teguh pada mareka, sebagaimana dalam hadis “Tsaqalain” yang mutawatir, seraya berkata :

“Sesungguhnya aku telah tinggalkan untuk kalian dua pusaka; kitabullah (Al-Quran) dan keturunanku Ahlul Bait. Selama berpegang teguh pada keduanya,kalian tidak akan tersesat”.

Hadis ini telah diriwayatkan oleh Muslim dalam shahih-nya dan oleh puluhan ahli-ahli hadis dan ulama-ulama disetiap abad.

Begitu pula, pengangkatan khalifah dan pewasiatan seperti ini adalah hal yang lumrah dalam kehidupan para nabi-nabi terdahulu.

18. Syi’ah Ja’fariyah meyakini bahwa umat Islam hendaknya mendiskusikan dan mempelajari masalah-masalah seperti ini dengan menjauhkan diri dari caci maki, tuduhan yang tak beralasan dan melakukan fitnah. Dan hendaknya para ulama dan cendikiawan dari seluruh kelompok dan golongan umat Islam ber-kumpul dalam muktamar-muktamar ilmiah, mem-pelajari dengan lapang dada dan ikhlas serta dengan semangat persau-daraan dan obyektifitas tentang klaim-klaim saudara-saudara mereka dari kaum Syi’ah Ja’fariah, serta dalil-dalil yang mereka bawakan untuk membuktikan pandangan-pandangannya berdasarkan Al-Quran, hadis mutawatir dari Rasulullah saw., akal sehat, pertimbangan sejarah, keadaan politik dan sosial secara umum pada masa Nabi dan setelahnya.

19. Syi’ah Ja’fariyah meyakini bahwa para sahabat dan orang-orang yang berada di sekeliling Nabi dari kaum laki-laki dan perempuan telah berkhidmat kepada Islam dan mereka telah mengerahkan seluruh jiwa raganya di jalan penyebaran Islam.

Hendaknya umat Islam menghormati mereka, meng-hargai perjuangan dan bakti mereka dan memohon kerelaan mereka. Hanya saja, hal ini tidak berarti menganggap mereka semua sebagai manusia-manusia yang mutlak adil, tidak pula berarti sebagian sikap dan perbuatan-perbuatan mereka tidak bisa dikritik, karena mereka adalah manusia yang bisa salah dan bisa benar.

Sejarah telah menyebutkan bahwa sebagian mereka telah menyimpang dari jalan yang benar meskipun di masa hidup Nabi saw. Bahkan Al-Quran secara eksplisit menyebutkan adanya penyimpangan itu di sebagian surat dan ayat-ayatnya, seperti surat Al-Munafiqun, Al-Ahzab, Al-Hujarat, At-Tahrim, Fath, Muhammad dan At-Taubah.

Kritik yang sehat terhadap suatu golongan tidaklah dinyatakan kafir, karena tolak ukur iman dan kufur sangat jelas, yaitu mengakui atau menafikan tauhid dan kenabian, serta hal-hal yang sangat mudah dimengerti (badihi) dari masalah agama, seperti kewajiban shalat, puasa, haji, haramnya arak, khamar, judi dan hokum-hukum lainnya.

Memang, lidah harus dijaga dari perbuatan mencaci maki, juga pikiran harus dijaga dari cara bernalar yang dangkal, karena hal ini bukanlah karakter seorang muslim yang terdidik, yang mengikuti prilaku Nabi Muhammad saw. Bagaimanapun kebanyakan para sahabat itu adalah orang-orang baik yang layak untuk dihormati dan dimuliakan. Tetapi perlu diketahui bahwa ketundukan mereka pada Qaidah Jarah wa Ta’dil (yaitu sebuah kaidah ilmu Rijal yang mempertimbangkan kualitas kepribadian para perawi hadis, -peny.), yaitu:

Meneliti hadis-hadis Nabi yang shahih, yang dianggap kuat, padahal telah diketahui pula akan banyaknya kebohongan-kebohongan yang telah dinisbatkan kepada Nabi saw., sebagaimana yang telah banyak diketahui. Dan Nabi saw. sendiri telah mengkhabarkan akan terjadinya hal itu, dan kalian pula yang mendorong ulama-ulama kedua kelompok (Sunnah-Syi’ah) seperti; Suyuthi, Ibnu Jauzi dan lain-lain untuk menulis buku-buku yang berbobot yang dapat menyaring antara hadis-hadis yang benar-benar keluar dari Nabi dan hadis-hadis maudhu’ atau palsu.

20. Syi’ah Ja’fariyah meyakini adanya Imam Mahdi a.s. yang dinanti berdasarkan riwayat-riwayat yang begitu banyak dari Nabi saw. yang menyebutkan, bahwa dia dari keturunan Fatimah, dan dia keturunan yang kesembilan dari Imam Husain a.s., karena anak atau keturunan yang kedelapan dari Imam Husain adalah Imam Hasan Al-Askari, yang telah meninggal pada tahun 260 H sedangkan beliau tidak mempunyai anak kecuali anak yang diberi nama Muhammad. Dialah Imam Mahdi a.s. yang diberi panggilan nasab Abul Qasim. Banyak orang-orang terpercaya dari umat Islam yang telah melihatnya. Dan mereka telah meng-kabarkan akan kelahirannya, cirri-ciri khasnya, keimamahannya dan nas dari ayahnya yang me-nunjukkan kepemimpinannya.

Dia telah gaib setelah 50 tahun dari kelahirannya, karena musuh-musuh ingin membunuhnya. Oleh karena itu, Allah swt. menyimpannya untuk menegakkan pemerintahan yang adil, universal pada akhir zaman, dan mensucikan bumi dari kezaliman dan kerusakan setelah dipenuhi oleh keduanya.

Maka tidak aneh dan tidak pula mengherankan akan panjangnya usia beliau dan masih hidup sampai sekarang, meskipun sudah melampaui abad 20 dari kelahirannya. Sebagaimana Nabi Nuh a.s. pernah hidup sampai 950 tahun di tengah umatnya, dan menyeru mereka kepada Allah,atau Nabi Haidir a.s. yang sampai saat ini masih hidup.

Allah swt. Mahakuasa atas segala sesuatu, dan kehendaknya berjalan tanpa ada yang bisa mencegah dan menolaknya. Bukankah Allah swt. telah menegaskan ihwal Nabi Yunus a.s. dalam firmannya:

فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنْ الْمُسَبِّحِينَ لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Maka, sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai Hari Kebangkitan. (QS. Al-Shaffat [ 37]:143-144).

Sebagian besar ulama Ahli Sunnah meyakini kelahiran Imam Mahdi a.s. dan keberadaannya, dan mereka menyebutkan nama kedua orang tuanya, serta sifat-sifatnya, di antara mereka ialah:

1. Abdul Mu’min Syablanji Al-Syafi’i dalam kitabnya, Al-Abshor fi Manaqibi Nabi al-Muchtar.

2. Ibnu Hajar Haitami Makki Asy-Syafi’i dalam kitabnya Ashowaiq al Muhriqah, seraya menga-takan; Abul Qasim Muhammad Al-Hujjah, ditinggal wafat oleh ayahnya pada usia lima tahun. tetapi Allah swt. memberikan hikmah padanya. Dia juga disebut sebagai “Al-Qaim Al-Muntazhar”.

3. Al-Qunduzi Al-Hanafi Al-Balkhi dalam bukunya, Yanabi al Mawaddah, yang dicetak di ibukota Turki masa Dinasti Otoman.

4. Sayyid Muhammad Shidiq Hasan Al-Qonuji Al-Bukhori dalam kitabnya, Al-Izhaa’ah Liman Kana waman Yakunu baina Yaday Assaa’ah.

Mereka ini termasuk ulama-ulama terdahulu. Adapun dari ulama-ulama mutakhir, seperti; Dr. Musthafa Rafi’i dalam bukunya Islamuna, telah memaparkan masalah ini secara panjang lebar dan menjawab seluruh kritik seputar masalah ini.

21. Kaum Syi’ah Ja’fariyah melakukan shalat, puasa, haji, membayar khumus (1/5) pendapatan mereka, haji ke Mekkah yang mulia, melaksanakan manasik umrah dan haji seumur hidup sekali, sedangadapun dari itu adalah sunnah, memerintahkan yang makruf dan melarang yang munkar, berpihak kepada wali-wali Allah dan Nabinya, dan memusuhi musuh-musuh Allah dan musuh-musuh Nabi-Nya, berjihad di jalan Allah terhadap setiap orang kafir atau musyrik yang terang-terangan memerangi Islam, dan terhadap setiap orang yang berbuat makar terhadap umat Islam.

Mereka melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi, sosial, keluarga, seperti jual beli, penyewaan, nikah, talak, warisan, pendidikan, menyusui, hijab dan lain sebagainya, sesuai dengan hukum-hukum Islam yang benar dan lurus. Mereka mengamalkan hukum-hukum ini dari proses ijtihad yang dilakukan oleh ulama-ulama ahli fiqih mereka yang warak dengan berdasarkan pada hadis yang shahih, hadis-hadis Ahlul Bait, akal dan konsensus (ijma’) ulama.

22. Mereka percaya bahwa setiap kewajiban yang bersifat harian, memiliki waktu tertentu, dan waktu-waktu shalat harian adalah Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib dan Isya. Yang paling penting adalah melakukan setiap shalat pada waktunya yang khusus. Hanya saja, mereka melakukan jamak antara dua shalat Zuhur dan Ashar dan antara Magrib dan Isya karena Rasulullah saw. melakukan jamak dua shalat tanpa uzur, tanpa sakit dan tanpa berpergian, sebagaimana yang disebutkan dalam Shahih Muslim dan kitab hadis lainnya, “Sebagai keringanan untuk umat serta untuk mempermudah bagi mereka”. Dan itu telah menjadi masalah biasa pada masa kita sekarang ini.

23. Mereka mengumandangkan azan sebagaimana azannya umat Islam yang lain. hanya saja mereka sebutkan setelah hayya ‘alal falah dengan redaksi hayya ‘ala khairil ‘amal, karena telah ada sejak zaman Nabi saw. Hanya saja, pada zaman Umar bin Khaththab, kalimat itu dihapus atas dasar ijtihad pribadinya, dengan alasan bahwa hal itu dapat memalingkan umat Islam dari berjihad. Padahal mereka tahu bahwa shalat adalah sebaik-baik perbuatan (sebagaimana pengakuan Allamah Qusyji Al-Asy‘ari dalam kitab Syarah Tajrid Al-I'tiqad,Al-Mushannaf, karya Al-Kindi, Kanz Al-Ummal karya Muttaqi Hindi, dll. Umar bin Khaththab telah manambahkan sebuah redaksi Ashalatul khairul minanauum sementara kalimat itu tidak pernah ada pada zaman Nabi saw.

Dan sesungguhnya ibadah, dan muqaddimah-muqaddimahnya dalam Islam itu harus berdasarkan kepada perintah dan izin syariat yang suci. Artinya, segalanya harus berlandaskan pada nas yang khusus ataupun yang umum dari Al-Quran dan hadis. Bila tidak, maka hal itu dikatakan sebagai bid’ah yang harus ditolak.

Oleh karena itu, dalam ibadah, bahkan dalam setiap masalah syariat tidak boleh ada penambahan atau pengurangan dengan pendapat pribadi.

Adapun apa yang ditambahkan Syi’ah Ja’fariyah setelah syahadah kepada Rasulullah saw. (Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah),berupa kalimat Asyhadu anna Aliyan waliyullah karena adanya riwayat-riwayat dari Nabi saw. dan Ahli Baitnya a.s. yang menjelaskan bahwa tidaklah disebutkan kalimat Muhammad Rasulullah atau tidaklah ditulis kalimat tersebut di atas pintu surga, kecuali diikuti dengan kalimat (‘Aliyan waliyullah), yaitu sebuah kalimat yang menjelaskan bahwa Syi’ah tidak mempercayai kenabian Ali bin Abi Thalib, apa lagi sampai mengatakan ketuhanannya. Karenanya, diperbolehkan untuk membaca kalimat itu setelah dua syahadat, dengan niat bahwa itu tidak termasuk bagian atau kewajiban dari azan. Inilah pendapat mayoritas ulama-ulama ahli fiqih Syi’ah Ja'fariyah.

Oleh sebab itu,kalimat tambahan yang dibaca ini bukan bagian dari azan sebagaimana yang telah kami katakan, dengan demikian bukan termasuk dari yang tidak ada pada mulanya dalam syariat, tidak pula termasuk bid’ah.

24. Mereka sujud di atas tanah , debu, kerikil, atau di atas batu dan apa saja yang termasuk bagian dari bumi atau tanah dan yang tumbuh di atasnya, seperti tikar yang bukan terbuat dari kain dan bukan pula yang dimakan, dan yang manis. Karena ada banyak riwayat di dalam sumber-sumber Syi’ah dan Ahli Sunnah, bahwa kebiasaan Rasul saw. adalah sujud di atas debu atau tanah, bahkan memerintahkan kaum muslimin untuk mengikutinya.

Suatu hari, Bilal sedang sujud di atas serban (ammamah), karena takut akan panas yang menyengat. Maka Nabi menarik ammamah dari dahinya dan berkata: “Ratakan dahimu dengan tanah wahai Bilal !”. Begitu juga, Nabi pernah mengatakan pada Shuhaib dan Rabah dalam sabdanya: “Ratakan wajahmu wahai Shuhaib dan ratakan pula wajahmu wahai Rabah !”.

Sebagaimana yang disebutkan dalam Bukhari dan lainnya, Nabi saw. juga bersabda: “Bumi atau tanah ini telah dijadikan untukku sebagai tempat sujud yang suci”.

Oleh karena sujud dan meletakkan dahi di atas tanah, tatkala sujud merupakan hal yang paling layak dihadapan Allah swt, karena hal itu menghantarkan kepada kekhusyukan dan sarana terdekat untuk merendahkan diri di depan Tuhan, juga dapat mengingatkan manusia akan asal wujudnya. Bukankah Allah swt. berfiman:

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى

Dari bumi (tanah) itulah kami menjadikan kamu dan kepadanya kami akan kembalikan kamu sekalian, serta darinya kami akan mengeluarkan (membangkitkan) kamu pada kali yang lain. (QS. Thaha [20]:55)

Sesungguhnya sujud adalah puncak ketundukan yang tidak bisa terealisir dengan sujud di atas sajadah, karpet atau batu-batuan permata yang berharga. Puncak ketundukan itu hanya terealisir dengan meletakkan anggota badan yang paling mulia yaitu dahi, di atas benda yang paling murah dan sederhana, yaitu tanah.[9]

Tentunya, debu tersebut harus suci. Orang-orang Syi’ah selalu membawa sepotong dari tanah yang sudah dipres dan sudah jelas kesuciaannya. Mungkin juga tanah ini diambil dari tanah yang penuh berkah, seperti tanah Karbala. Di sanalah Imam Husain (cucu Rasulullah saw.) gugur sebagai syahid sehingga tanah itu penuh berkah. Sebagaimana sebagian sahabat Nabi menjadikan batu Mekkah sebagai tempat sujud dalam perjalanan-perjalanan mereka dan untuk mendapatkan berkahnya.

Meski demikian, Syi’ah Ja’fariyah tidak memaksakan hal itu, juga tidak menyatakannya sebagai suatu keharusan. mereka hanya membolehkan Sujud diatas batu apa saja yang bersih dan suci seperti lantai masjid Nabawi yang mulia dan lantai Masjidil Haram.

Begitu juga, tidak bersedekap (meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri) sewaktu shalat, karena Nabi saw. tidak pernah melakukan hal itu, juga karena tidak ada nas yang kuat dan jelas yang menganjurkan hal itu. Karenanya, penganut mazhab Maliki tidak melakukan sedekap tersebut.[10]

25. Syi’ah Ja’fariyah berwudhu dengan membasuh kedua tangan; dari siku-siku sampai ujung jari-jari, bukan kebalikannya, karena mereka mengambil cara berwudhu para imam Ahlul Bait yang telah mengambilnya dari Nabi saw. Tentunya, para imam lebih mengetahui dari pada yang lainnya terhadap apa yang dilakukan oleh kakek mereka. Rasulullah saw. Telah berwudhu dengan cara demikian itu, dan tidak menafsirkan kata (Ilaa/ الی) dalam ayat wudhu (Al-Maidah [5]: 6) dengan kata (ma’a/ مع) hal ini juga ditulis Imam Syafi’i dalam kitabnya, Nihâyatul Muhtaj. Begitu juga, mengusap kaki dan kepala mereka atau tidak membasuhnya ketika berwudhu, dengan alasan yang sama yang telah dijelaskan di atas. Juga karena Ibnu Abbas mengatakan: “Wudhu itu dengan dua basuhan dan dua usapan”.[11]

26. Syi’ah Ja’fariyah membolehkan nikah mut’ah berdasar-kan nash Al-Quran, sebagaimana dalam firman-Nya:

فَمَا اسْتَمْتَعْتُم بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ

Maka istri-istri yang telah kalian nikmati di antara mereka, berikanlah mahar mereka sebagai suatu kewajiban.(QS. An-Nisa [4]:24)

Di samping itu, para sahabat dan orang-orang Islam pada masa Rasulullah saw. sampai pertengahan masa khilafah Umar bin Khaththab telah melakukan nikah mut’ah.

Mut’ah adalah pernikahan syar’i yang persyaratannya sama dengan nikah permanen atau da’im, yaitu:

b. Hendaknya pihak wanita tersebut tidak bersuami, dan membaca shighah ijab, sementara pihak laki-laki melaksanakan shighah Kabul.

c. Pihak laki-laki wajib memberikan harta kepada wanita, yang disebut mahar dalam nikah da’im dan dalam nikah mut’ah disebut upah, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran.

d. Wanita harus menjalani iddah (setelah cerai dengan suaminya).

e. Wanita harus menjalani ‘iddah setelah masa mut’ahnya habis. apabila ia melahirkan seorang anak, maka, nasab anak itu ikut kepada ayahnya. Juga seorang wanita hanya dapat memiliki satu suami saja.

f. Dalam pewarisan antara anak dan ayahnya, anak dan ibunya dan begitu juga sebaliknya.

Yang membedakan nikah da’im dengan nikah mut’ah adalah bahwa dalam nikah mut’ah terdapat penentuan masa, tidak adanya kewajiban memberikan nafkah dan masa gilir atas suami untuk sang istri mut’ah, tidak adanya saling mewarisi antara suami dan istri, tidak perlu adanya talak, tetapi cukup dengan habisnya masa yang telah ditentukan, atau menghibahkan sisa masa yang telah di tentukan tersebut.

Hikmah disyariatkannya nikah semacam ini adalah tuntunan yang disyariatkan dan bersyarat untuk kebutuhan biologis laki-laki dan perempuan yang tidak mampu menjalankan setiap kewajiban-kewajiban dalam nikah da’im (permanen), atau karena adanya halangan dari istri yang terjadi akibat kematian atau sebab yang lainnya, begitu pula sebaliknya. Semua ini masih dalam rangka membina kehidupan yang terhormat dan mulia. Maka itu, nikah mut’ah adalah solusi tingkat pertama bagi kebanyakan problematika sosial yang cukup serius dan berbahaya, dan juga untuk mencegah terperosoknya masyarakat Islam dalam kerusakan dengan menghalalkan segala macam cara.

Terkadang, nikah mut’ah digunakan dengan tujuan agar kedua calon suami istri saling mengenal sebelum memasuki jenjang pernikahan permanen. Hal ini dapat mencegah perjumpaan yang diharamkan, zina, meng-kebiri, atau cara-cara lain yang diharamkan seperti onani, bagi orang yang tidak sabar atas satu orang istri atau lebih dari satu, misalnya, secara ekonomi dan nafkahnya , serta pada saat yang sama dia tidak ingin terjerumus kepada yang haram.

Yang jelas, nikah mut’ah bersandar pada Al-Quran dan sunnah, dan sahabat pernah melakukan itu selama beberapa masa. Kalau sekiranya mut’ah itu adalah zina, maka itu berarti Al-Quran, Nabi dan para sahabat telah menghalalkan zina dan para pelakunya telah berbuat zina dalam masa yang cukup lama. Kami berlindung kepada Allah dari keyakinan seperti ini.

Di samping itu juga, penghapusan hukum nikah mut’ah tersebut tidak berdasarkan Al-Quran dan sunnah, dan tidak ada dalil yang kuat dan jelas.[12]

Akan tetapi, meskipun Syi’ah Ja'fariyah menghalal-kan nikah seperti inu, dengan adanya nash Al-Quran dan sunnah, mereka sangat menganjurkan dan mengutama-kan nikah daim dan menegakkan nilai-nilai keluarga, karena hal itu adalah dasar dan pilar masyarakat yang kuat dan sehat, dan tidak condong kepada nikah sementara yang dalam bahasa syariat dinamakan mut’ah, meskipun halal dan disyariatkan.

Sehubungan dengan itu, Syi’ah Imamiyah bersandar pada Al-Quran, hadis dan pendidikan serta nasehat-nasehat Imam-Imam Ahlul Bait a.s. yang menyembunyi-kan segala penghormatan untuk wanita dan memberikan nilai yang besar kepadanya, dan di bidang kedudukan wanita, masalah-masalahnya serta hak-haknya, terutama dalam pergaulan etika bersamanya, seperti; kepemilikan, nikah, talak, pengasuhan, penyusuan, ibadah, mu’amalat (hukum-hukum syar’i yang mengatur hubungan kepen-tingan individual dan layak untuk di cermati dalam riwayat-riwayat para imam dan fiqih mereka).

27. Syi’ah Ja’fariyah mengharamkan zina, homoseks, riba, membunuh orang yang terhormat, minuman arak, judi, melanggar janji, penipuan, pemalsuan, penimbunan, penyelewengan, ghasab, pencurian, khianat, dendam, bernyanyi dan menari, memfitnah dan menuduh, adu domba, berbuat kerusakan, mengganggu orang mukmin, mengumpat, mencaci-maki, berdusta dan dosa-dosa lainnya,baik yang kecil ataupun yang besar.

Mereka selalu berusaha untuk selalu menjauhi semua itu, dan mengerahkan segala upayanya untuk mencegah itu, agar tidak sampai menimpa masyarakat dengan berbagai sarananya, seperti menyebarkan buku-buku dan masalah-masalah etika dan pendidikan, serta mendirikan acara-acara pengajian, khotbah jum’at dan lain sebagainya.

28. Mereka peduli pada keutamaan dan kemuliaan akhlak, selalu menyambut nasehat dan antusias dalam mende-ngarkannya. Mereka mengadakan majelis-majelis dan acara-acara di rumah-rumah, masjid-masjid dan tempat-tempat lainya dalam acara peringatan-peringatan hari-hari besar dan peringatan-peringatan lainnya untuk tujuan tersebut, karena kecintaan mereka akan nasehat. Karena itu, mereka mencurahkan doa-doa yang memiliki manfaat yang besar, kandungannya agung, yang datang dari Rasulullah saw. dan para Imam yang suci a.s. Ahlul Bait Nabinya, seperti; doa Kumail, doa Abu Hamzah, doa Simaat, dan Jausyan Kabir (doa yang mencakup seribu nama dari nama-nama Allah swt.), doa Makarimul Akhlak, doa Iftitah (yang dibaca setiap bulan Ramadhan). Mereka membaca doa-doa dan munajat-munajat yang amat agung kandungannya ini dengan penuh kekhusyu-kan dan dalam suasana yang penuh dengan tangisan dan kerendahan diri, karena hal itu dapat membersihkan jiwa-jiwa mereka, serta dapat mendekatkan mereka kepada Allah swt.[13]

29. Mereka memberikan perhatian besar pada kuburan-kuburan Nabi saw., para imam Ahlul Bait Nabi, yang dikubur di Baqi’, Madinah Al-Munawarah yang mana disana ada kuburan Imam Hasan Al-Mujtaba, Imam Ali Zainal Abidin, Imam Muhammad Al-Bagir dan Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s.

Di Najaf, Irak, terdapat kuburan Imam Ali bin Abi Thalib a.s, dan di Karbala, kuburan Imam Husain bin Ali a.s. beserta saudara-saudaranya, anak-anaknya, anak-anak pamannya dan para sahabatnya yang syahid bersamanya pada Hari Asyura. Juga di Samarra terdapat kuburan Imam Al-Hadi a.s. dan Imam Hasan Al-Askari a.s.

Di Kazhimain terdapat kuburan Imam Al-Jawad a.s. dan Imam Musa Al-Kazhim a.s. Semua itu berada di Irak. Dan di kota Masyhad-Iran, terdapat pusara Imam Ali Al-Ridha a.s., serta di kota Qom dan Syiraz kuburan putra-putri beliau. Di Damaskus, Syiria, ada kuburan pahlawan wanita Karbala yaitu Sayyidah Zainab a.s. Di Kairo, Mesir, ada kuburan Sayyidah Nafisah a.s. Hal itu karena penghormatan mereka kepada Rasulullah saw, karena seorang laki-laki itu terjaga dalam keturunannya, dan mengormati keturunan tersebut berarti menghor-mati orang tersebut, Al-Quran telah menyanjung mereka dan sebagian mereka ada yang bukan Nabi, Al-Quran mengatakan:

ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِن بَعْضٍ

Yaitu serta keturunan yang sebagiannya (keturunan) dan yang lain. (QS Ali Imran [3]:34).

Yaitu, kami akan membangun dan mendirikan di atas kuburan-kuburan Ashabul Kahfi tempat peribadatan untuk menyembah Allah swt. di sisi mereka. Dan Al-Quran mensifati perbuatan mereka dengan syirik, pertama, karena seorang muslim yang beriman akan berukuk dan bersujud hanya kepada Allah dan menyembah hanya kepada-Nya semata.

Seorang mukmin tidak akan datang ke makam wali-wali Allah yang telah Allah sucikan, kecuali karena kemuliaan dan kesucian tempat tersebut dengan adanya mereka, sebagaimana yang terjadi pada makam Ibarahim a.s. yang memiliki kesucian dan kemuliaan, Allah swt. dalam surat Al-Baqarah ayat 125 berfirman:

وَاتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Dan jadikanlah maqam Ibrahim (tempat berdiri Nabi Ibrahim diwaktu membangun Ka’bah) tempat mendirikan shalat. (QS. Al Baqarah [2]:125)

Tidak orang yang shalat di belakang makam itu berarti telah menyembah makam, juga orang yang beribadah kepada Allah swt. dengan Sa’i (lari-lari kecil dalam haji) antara bukit Shafa dan Marwah bukanlah orang yang menyembah dua gunung. Sesungguhnya Allah swt. memiliki tempat yang suci dan penuh berkah untuk beribadah kepada-Nya, karena hal itu di nisbatkan kepada Allah swt. sendiri dalam kembali kepada-Nya.

Begitu juga waktu-waktu dan tempat itu juga memiliki kesucian, seperti hari Arafah, tanah Mina. Sebab kesucian tempat-tempat dan hari-hari itu adalah karena dinisbatkan kepada Allah swt.

30. Karena sebab ini pula, Syi’ah Ja’fariyah mempunyai perhatian sebagaimana umat Islam lainnya, yang sadar dan mengerti kedudukan Rasullah saw. beserta keluarga beliau yang suci, yaitu dengan berziarah ke kuburan Ahlul Bait Nabi karena kemuliaan mereka, dan mengam-bil pelajaran dari mereka, serta memperbaharui bai’at kepada mereka dan sebagai pengokohan perjuangan mereka dan tugas-tugas mereka. Karena, mereka telah mencapai kesyahidan saat menjaga nilai-nilai luhur ter-sebut. Para penziarah makam-makam ini akan mengingat dan mengenang keutamaan-keutamaan sahabat yang disebutkan dalam riwayat tersebut, juga tentang perjuangan mereka, penegakan mereka terhadap shalat, zakat dan tugas yang mereka pikul, dan bersabar atas gangguan dan siksaan dalam mengemban tugas tersebut. Di samping itu, melakukan demikian karena keikut-sertaan dalam kesedihan Nabi lantaran kemazluman (keteraniayaan) keturunan beliau.

Bukankah beliau yang mengatakan dalam peristiwa kesyahidan Hamzah “akan tetapi, Hamzah tak ada seorang yang menangisinya”, sebagaimana tercatat dalam buku-buku sejarah. Dan bukankah Nabi Muhammd saw. telah menangis saat kematian putra beliau; Ibrahim?, bukankah Nabi saw. sering pergi ke Baqi’ untuk ber-ziarah?. Bukankah Nabi saw. telah mengatakan: “Ziarahilah kubur! karena itu mengingatkan kalian kepada akherat”.[14]

Memang, menziarahi kubur para Imam Ahlul Bait a.s. dan apa yang telah disebutkan dalam sejarah mereka, sikap jihad dan perjuangan mereka mengingatkan dan memberikan pendidikan kepada generasi-generasi beri-kutnya tentang apa yang telah disumbangkan oleh para orang besar mereka di jalan Islam dan kaum muslim, dan tentang pengorbanan mereka yang begitu besar. Begitu juga, hal itu dapat menanamkan ruh dan jiwa kesatria serta jiwa pengorbanan dan kesyahidan di jalan Allah swt.

Sesungguhnya hal itu adalah suatu perbuatan manusiawi yang berperadaban dan logis. Maka tidaklah aneh bila umat-umat itu berupaya mengabadikan tokoh-tokoh besar dan para pencetus peradaban mereka, serta menghidupkan acara-acara yang mengenang jasa mereka dengan segala bentuk dan coraknya. Karena demikian itu dapat membangkitkan kebanggaan dan penghormatan terhadap perjuangan mereka, mengundang umat-umat yang lain untuk bergabung bersamanya.

Dan itulah yang diharapkan Al-Quran ketika menjadikan ayat-ayatnya kepada tempat-tempat para Nabi, wali, dan orang-orang shalihin serta menyebutkan kisah-kisahnya.

31. Syi’ah Ja’fariyah meminta syafaat kepada Rasulullah saw. dan para Imam Ahlul Bait yang suci, serta berwasilah melalui mereka kepada Allah swt. untuk pengampunan dosa-dosa, pengkabulan hajat, penyembuhan orang-orang yang sakit, karena Al-Quran yang membolehkan hal itu dan bahkan menganjurkannya, seraya berfirman:

وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُواْ أَنفُسَهُمْ جَآؤُوكَ فَاسْتَغْفَرُواْ اللّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُواْ اللّهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا

Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya sendiri (berhakim kepada selain dari Nabi) datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah dan Rosul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha penerima taubat lagi Maha penyayang.(QS. Al Nisa [4]:64)

Dan dalam ayat yang lain juga di sebutkan :

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu hati kamu menjadi puas. [QS. Al Dhuha/93: 5] Yakni kedudukan syafaat.

Bagaimana masuk akal Allah swt. akan memberikan kepada Nabi-Nya kedudukan syafa’at untuk orang-orang berdosa dan memberikan maqam wasilah (perantara) bagi orang-orang yang memiliki hajat kemudian dia menolak manusia yang meminta syafa’at darinya, atau dia akan melarang Nabi-Nya untuk menggunakan kedudukan ini?!

Bukankah Allah telah menceritakan kepada anak-anak Ya’qub, yaitu di saat mereka meminta syafaat dari orang tuanya dan berkata:

يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ

Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah. (QS. Yusuf [12]:97)

Maka, Nabi Ya’qub tidak menolak permohonan mereka, dan menjawab:

سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ

Aku akan memohonkan ampun untuk kalian kepada tuhanku. (QS. Yusuf [12]:98)

Tidak mungkin seseorang mengatakan bahwa Nabi saw. dan para Imam Maksum a.s. adalah orang-orang yang telah mati, lantas orang itu meminta doa dari mereka kemudian tidak ada faedahnya. Mengapa?, karena para Nabi saw. itu hidup, khususnya Rasulullah saw. Yang telah dinyatakan di dalam Al-Quran:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

Dan demikian pula kami telah menjadikan kalian sebagai umat yang adil dan pilihan agar kalian menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasulullah menjadi saksi atas perbuatan kalian. (QS. Al-Baqarah [ٰ2]:143)

Juga ditegaskan:

وَقُلِ اعْمَلُواْ فَسَيَرَى اللّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ

Dan berbuatlah, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaanmu itu .(QS. Al-Taubah[9]:105)

Ayat-ayat ini akan terus berlaku sampai Hari Kiamat, selama matahari dan bulan beredar, serta malam dan siang silih berganti. Di samping itu, karena Nabi dan para imam Ahlul Bait a.s. adalah orang-orang yang syahid (penyaksi), dan dalam pandangan Al-Quran, mereka hidup sebagaimana Allah swt. mengatakannya dalam banyak ayat.

32. Syi’ah Ja’fariyah mengadakan peringatan atas kelahiran Nabi dan para Imam Ahlul Baitnya. Mereka mendirikan peringatan atas hari wafat manusia-manusia suci itu mereka dengan tujuan mengenang keutamaan mereka, kebajikan mereka dan sikap mereka yang bijak dan terpuji, sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang sahih dan sesuai dengan apa yang telah disebutkan oleh Al-Quran dalam menunjukkan kebajikan dan keutamaan Nabi saw. dan para rasul lainnya. Al-Quran telah memuji mereka serta mengarahkan perhatian umat islam kepada mereka supaya bisa mencontoh, mengikuti dan mengambil pelajaran dari mereka.

Memang, Syi’ah Ja’fariyah dalam acara-acara ini sangat menghindari perbuatan-perbuatan yang diharamkan, seperti percampuran majelis antara laki-laki dan perempuan, makanan dan minuman yang diharamkan, berlebihan dalam memuji, yakni mengangkat manusia sampai kepada tingkat pengultusan, atau menyakini bahwa dia dapat berbuat sesuatu di luar kehendak Tuhan, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Yahudi dan Nasrani, dan lain sebagainya dari tindakan-tindakan dan kepercayaan-kepercayaan yang berten-tangan dengan ruh syariat Islam yang suci, dan melampui batas-batas yang sudah jelas, atau tidak sesuai dengan ayat atau riwayat yang sahih, atau tidak sesuai dengan kaidah umum yang telah disimpulkan dari Al-Quran dan hadis, secara benar.

33. Syi’ah Ja’fariyah mengunakan buku-buku hadis yang mencakup hadis Nabi saw. dan Ahlul Baitnya a.s. seperti Al-Kâfi karya Kulaini, Al-Istibshar dan Tahdzib karyaThusi, serta Man La Yahduru Al Faqih oleh Syeikh Shaduq. Buku-buku tersebut sangat bernilai sekali di bidang hadis. Hanya saja, meskipun buku-buku tersebut mencakup hadis-hadis sahih. Para penulis atau pengarangnya dan orang-orang Syi’ah Ja’fariyah sendiri tidak memutlak-kan dengan judul shahih, karena para ulama fiqih tidak meyakini kesahihan seluruh hadisnya, mereka hanya mengambil hadis-hadis tersebut bila dari beberapa sudut pandang telah terbukti kesahihannya dan meninggalkan riwayat-riwayat yang tidak dianggap sahih, atau akan mengambil hadis-hadis tersebut yang, menurut ilmu Dirayah, ilmu Rijal dan kaidah-kaidah ilmu Hadis, tidak bermasalah dan tidak cacat.

34. Begitu juga di bidang Akidah, Fiqih, Doa dan Akhlak, mereka menggunakan buku-buku lain yang di dalamnya terdapat aneka macam riwayat dari imam-imam Ahlul Bait a.s. seperti kitab Nahj Al-Balâghah yang dicatat oleh Sayyid Murtadha dari kumpulan-kumpulan khutbah Imam Ali, surat-suratnya, hikmah-hikmah pendeknya, Risâlah Al-Huquq, Shahifah Sajjadiyah karya imam Ali Zainal Abidin a.s. At-Tauhid, Al-Khisyâ, ‘Ilâlu Asy-Syara’i dan Ma’ani Al-Akhbâr karya Syeikh Shaduq.

35. Terkadang, Syi’ah Ja’fariyah bersandar pada hadis-hadis shahih Rasulullah saw. yang terdapat di dalam buku-buku atau sumber-sumber hadis Ahli Sunnah wal Jamaah. Perlu diketahui pula, bahwa Syi’ah Imamiah juga seperti Ahli Sunnah; mereka mengambil apa-apa yang datang dari Nabi, baik berupa ucapan, perbuatan atau-pun restu Nabi, termasuk juga riwayat tentang wasiat Nabi berkenaan dengan hak Ahlul Baitnya. Dan mereka berpegang teguh kepadanya, baik di bidang akidah maupun di bidang fiqih. Bukti yang paling jelas adalah adanya buku-buku hadis mereka, khususnya yang baru diterbitkan akhir-akhir ini, dalam bentuk Ensiklopedia terperinci yang terdiri lebih dari 10 jilid, mencakup riwayat-riwayat Nabi saw. dari sumber-sumber Syi’ah yang diberi nama Sunan Nabi (sunnah-sunnah Nabi saw.) dalam berbagai bidang tanpa fanatisme buta juga sebagai bukti, adanya karangan-karangan mereka baik yang dahulu maupun yang baru.

Dan banyak didapati hadis-hadis dari sahabat-sahabat Nabi saw., istri beliau, sahabat-sahabat yang masyhur serta perawi-perawi besar, seperti Abu Hurairah, Anas bin Malik dan nama-nama lainnya dengan syarat shahih dan tidak bertentangan dengan Al-Quran dan riwayat shahih lainya, juga tidak bertentangan dengan akal budi dan ijma’ ulama.

36. Syi’ah Ja’fariyah memandang bahwa bencana yang telah menimpah umat Islam dahulu maupun sekarang adalah disebabkan dua fakta:

Pertama: Umat Islam tidak mengenal Ahlul Bait Nabi a.s. sebagai pemimpin yang memiliki kelayakan untuk memimpin, dan juga karena mereka tidak mengetahui Ahlul Bait sebagai pembimbing dan pengajar memberi pengetahuan, khususnyasebagai penafsir Al-Quran.

Kedua: Adanya perpecahan di antara mazhab dan golongan-golongan Islam.

Karena itu, Syi’ah Ja’fariyah berupaya selalu untuk menyatukan barisan umat Islam dan mengulurkan jabat persaudaraan dan cinta kasih kepada sesama, dengan cara menghormati hasil-hasil ijtihad ulama dari golongan dan mazhab serta menghormati kesimpulan hokum mereka.

Dalam hal ini, ulama Syi’ah Ja’fariyah sejak abad pertama telah terbiasa dalam membawakan pendapat-pendapat ulama fiqih selain Syi’ah dalam karya-karya tulis mereka, baik di bidang Fiqih, Tafsir maupun Teologi, seperti buku Al-Khilaf (di bidang fiqih) karya Syaikh Thusi, Majma Al Bayan (di bidang tafsir) karya Thabarsi yang telah mendapatkan pujian ulama Al-Azhar, juga Tajrid Al-‘Itiqad (di bidang teologi karya Nashiruddin Thusi yang telah diberi syarah oleh Alauddin Al-Qusyji Al-Asy’ari dari ulama Ahli Sunnah.

37. Ulama Syi’ah Ja’fariyah memandang penting adanya dialog di antara ulama berbagai mazhab di bidang Fiqih, Akidah dan Syariat, juga memandang penting upaya saling memahami untuk mengatasi problema-problema umat Islam dewasa ini, menjauhi segala bentuk tuduhan yang tak beralasan, serta menjauhi sikap saling mencaci-maki, sehingga tercipta kondisi yang stabil guna mewu-judkan pendekatan yang logis antara golongan-golongan umat Islam, dan guna menutup jalan bagi musuh-musuh Islam dan muslimin yang selalu mencari celah-celah yang tepat untuk menghantam habis seluruh umat Islam.

Oleh karena itu, dalam Islam, Syi’ah Ja’fariyah tidak mengkafirkan seorang pun dari ahli kiblat, apapun mazhab fiqih dan aliran akidahnya, kecuali dalam perkara yang umat Islam sepakat atas pengkafirannya. Syi’ah Ja’fariyah tidak memusuhi mereka, tidak mengizinkan untuk menguasai mereka, menghormati ijtihad masing-masing golongan dan mazhab. Syi’ah Ja’fariyah meman-dang benar perbuatan orang yang berpindah mazhabnya kepada Syi’ah Ja’fariyah, dan telah gugur dari kewaji-bannya jika perbuatan-perbuatannya sesuai dengan mazhab sebelumnya dalam shalat, puasa, haji, zakat, nikah, talak, jual-beli dan lainnya, serta tidak wajib mengqadha kewajiban-kewajiban yang lalu. Syi’ah juga tidak mewa-jibkannya untuk memperbaharui akad nikah atau talaknya selama pelaksanaan dua hal ini pada mulanya sesuai dengan mazhab yang dianutnya.

Kaum Syi’ah hidup bersama-sama dengan saudara-saudara muslim yang lain di setiap tempat, sebagaimana layaknya saudara dan kerabat sendiri.

Memang, mereka tidak sepakat dengan mazhab penjajah, seperti aliran Bahaiyah dan Qodiani, atau mazhab-mazhab yang serupa dengan mereka, bahkan berupaya memerangi mereka dan mengharamkan untuk bergabung dengan mereka.

Dan Syi’ah Ja’fariyah menggunakan taqiyah, yaitu menyembunyikan sesuatu yang penting dari ajaran mazhab dan keyakinannya, dan itu sering dilakukan oleh mazhab-mazhab yang lain dalam situasi kemelut antara golongan yang penting. Taqiyah dilakukan karena dua faktor:

Pertama: menjaga jiwa dan darah mereka supaya tidak tertumpahkan begitu saja.

Kedua: menjaga persatuan umat Islam dan tidak menimbulkan perpecahan.

38. Syi’ah Ja’fariyah memandang bahwa di antara sebab-sebab kemunduran umat Islam dewasa ini ialah kemunduran pemikiran, budaya, pengetahuan, sains dan teknologi. Dan jalan keluarnya adalah menyadarkan umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, serta mengang-kat taraf pemikiran, budaya dan sainsnya dengan cara menciptakan pusat-pusat pengembangan ilmiah, seperti universitas-universitas, pesantren-pesantren, serta meng-gunakan hasil-hasil ilmu modern dalam mengatasi persoalan ekonomi, pembangunan fisik dan teknologi, serta menanamkan kepercayaan diri pada jasa-jasa putra bangsa untuk ikut serta terjun di lapangan dan aktif hingga terwujud swasembada dan kemandirian dan mengikis kebergantungan kepada Barat.

Oleh karena itu, Syi’ah Jafariyah di mana saja mereka berada, telah pembangunan pusat-pusat ilmiah, pendi-dikan dan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan untuk melahirkan ahli-ahli dan para pakar di berbagai cabang ilmu, sebagaimana mereka telah masuk di berbagai universitas dan di berbagai lembaga pendidikan di seluruh negara, dan sebagian telah menghasilkan ulama-ulama dan pakar-pakar di berbagai bidang dan kancah kehidupan yang telah menjadi pusat-pusat ilmiah tersebut.

39. Syi’ah Ja’fariyah senantiasa menjalin hubungan dengan ulama-ulama dan ahli-ahli fiqih mereka lewat apa yang dinamakan “taqlid” dibidang hukum-hukum. Mereka merujukkan problem-problem fiqihnya kepada para mujtahid, dan mereka beramal dalam seluruh aspek kehidupan mereka sesuai dengan fatwa-fatwa ahli-ahli fiqih mereka. Karena, ahli-ahli fiqih dalam pandangan mereka adalah wakil-wakil Imam Zaman a.s. Oleh karena itu, ulama-ulama dan fuqaha mereka tidak bersandar kepada negara-negara dan pemerintahan-pemerintahan dalam urusan kehidupan dan ekonomi. Mereka mendapatkan kepercayaan yang besar dari para pengikut mazhab yang besar ini.

Perekonomian hauzah-hauzah (pesantren) ilmiah dan pusat pendidikan agama dalam rangka menghasilkan para fuqaha ditanggung dan ditutupi dari khumus dan zakat yang ditunaikan oleh masyarakat kepada para fuqaha, sebagai kewajiban dari sekian kewajiban syariat lainnya, seperti shalat dan puasa.

Dalam masalah kewajiban membayar khumus dari keuntungan usaha, Syi’ah Ja’fariyah memiliki dalil-dalil yang jelas yang termuat dalam sejumlah kitab-kitab shahih dan sunan.[15]

40. Syi’ah Ja’fariyah memandang bahwa termasuk hak umat Islam ialah hidup dibawah naungan pemerintahan-pemerintahan Islam yang member-lakukan huku-hukum sesuai dengan Al-Quran dan hadis, menjaga hal-hak kaum muslimin dan menyelenggarakan hubungan yang adil dan bersih dengan negara-negara lain. Selain itu, Pemerintahan Islam juga berupaya menjaga batas-batasnya dan menjamin kebebasan umat Islam dalam kegiatan budaya, ekonomi, dan politik supaya mereka bisa hidup secara mulia, sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah inginkan dalam firman-Nya:

وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ

Segala kemulyaan hanyalah milik Allah dan Rasulnya dan orang-orang yang beriman. (QS. Al-Munafiqun [63]:8)

Juga dalam firmannya:

وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Janganlah kamu merasa lemah, jangan pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu benar-benar orang yang beriman. (QS. Ali Imran [3]:139)

Syi’ah Ja'fariyah Imamiyah memandang bahwa Islam sebagai agama yang sempurna dan paripurna yang mengandung program yang sangat tepat mengenai sistem perundang-undangan. Dan ulama Islam harus berkumpul untuk membahas program ini untuk men-jelaskan gambaran yang sempurna tentang undang-undang ini, supaya umat Islam ini keluar dari kebim-bangan dan dari problem yang terus berkepanjangan. Hanya Allah swt. sebagai pembela dan penolong,

إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Bila kalian menolong Allah, Dia akan menolong kalian dan mengokohkan langkah-langkah kalian. (QS. Muhammad [47]:7)

Dalam pandangan Syi’ah Imamiah, ini merupakan paling jelasnya langkah dan rencana di bidang akidah dan syariat atau dikenal juga dengan sebutan Syi’ah Jafariyah.

Saat ini para pengikut Syi’ah Imamiyah hidup berdampingan dengan saudara muslim yang lainya di seluruh negara-negara Islam, dan mereka gigih dalam menjaga dan mempertahankan eksistensi umat Islam dan kemuliaannya. Mereka juga telah siap untuk menyum-bangkan dan mengorbankan jiwa dan harta bendanya di jalan Allah swt.[]

[1] . Lihat Tafsir Thabari, Jami Al-Bayan dan Suyuthi Asy-Syafi’i atau dalam tafsirnya Ad-Dur Al-Mantsur, Alusyi Al-Bagdadi asy-Syafi’i dalam tafsirnya Ruh Al-Ma’ani, sekaitan dengan tafsir ayat tersebut.

[2] . Musnad Ahmad: jilid 1, hal 215.

[3] . Shahih Bukhâri- kitab al- adab: 27.

[4] . Lihat buku Ta’sisu Syi’ah lil ulum Al-Islami, karya Sayyid Hasan Ash-Shadr dan Zari’ah ilaa Tashonif karya Aghâ Buzurg, yang terdiri dari 29 jilid, Kasyfu Zhunuun karya Afandy, Mu’jam lil Muallifiin karya Kuhala, dan A’yanu Syi’ah karya Sayyid Muhsin Al-Amin Amuli dan lain-lainnya.

[5] . Lihat kitab Al-Irsyâd, karya Syeikh Mufid, I’lâmul Warâ bi A’lâinil Huda, karya Thabarsi dan Ensiklopedia Bihâr Al-Anwâr, karya Majlisi, dan Enseklopedia Rasulullah saw. karya Sayid Muhsin Khatami akhir-akhir ini.

[6] . Lihat buku Târikh Al-Qurân, karya Zanjani, al-Tamhid fil Ulumil Qurân, karya Muhammad Hadi Ma’rifat dan sumber-sunber lainnya.

[7] . Lihat Al-Ghadir karya Allamah Amini, yang dinukil dari sumber-sumber Islam di bidang Tafsir dan Sejarah.

[8] . Lihat, Khulafa An-Nabi, karya Al-Haa’iry Al-Bahrani).

[9] . Lihat Yaqut wa Jawâhir , karya Sya’rani Al-Anshori Al-Mishri.

[10] . Lihat shahih Bukhori dan shahih Muslim, dan Sunan Baihaqi, sedangkan pendapat mazhab Maliki, bisa dilihat dari buku Bidayatul Mujtahid, karya Ibnu Rusdy Al-Qurthubi Al-Maliki dan buku-buku lainnya.

[11] . Lihat kitab-kitab Sunan dan Musnad, juga lihat tafsir Fakhrurazi dalam menafsirkan ayat wudhu.

[12] . Lihat hadis-hadis mut’ah dalam kitab-kitab Shahih, Sunan dan Musnad yang otentik menurut mazhab-mazhab Islam.

[13] . Doa-doa ini ada dalam ensiklopedia dengan judul ensiklopedia doa-doa sempurna, yang diterbitkan akhir-akhir ini. Sebagaimana juga termuat dalam buku-buku doa yang sudah ada di tengah-tengah mereka yang sudah terkenal, seperti; Mafatihul Jinan, Muntakhab Husainiah dll.

[14] . Syifa As-Saqâm, karya Subhi Asyafi’I hal. 107 dan Sunan Ibn Majah jilid 1, hal. 117.

[15] . Lihat buku-buku pembahasan khumus dengan dalil-dalilnya dalam pandangan fuqaha Syi’ah.

Bismillah

Assalam mu'alaikum wr wb
Berhubung waktu itu ane buat thread surat 'Abasa yang berisi tentang tafsir dari surat 'Abasa menurut pandangan mazhab ahlul bait sekalian. Maka dari pada acak-acakan ga karuan ane bikin thread ini supaya saudaraku dari mazhab ahlul sunnah dapat lebih mengenal dan menetralisir kesimpangsiuran informasi mengenai mazhab Ahlul Bait. Yah boleh dikata ini lanjutan dari thread 'Abasa.Monggo di sharing aja pengetahuan tentang informasinya mazhab Ahlul Bait

Sebagai awal perkenalan ane lampirkan silsilah para 12 imam sampai ke walisongo
SILSILAH 12 IMAM AHLUL BAYT RASULULLAH SAMPAI KE WALISONGO

Dari jalur Abdullah Ibn Abd.Muthalib

HASYIM (pemuka bani hasyim)
|
Abd.Muthalib
|
Abdullah
|
Muhammad Saw
|
Fatimah Az-Zahra

Dari Jalur Abu Thalib

Hasyim
|
Abd.Muthalib
|
Abu Thalib
|
'Ali Al-Murtadha (imam ke 1, syahid dibunuh)

Dari jalur imam 'Ali Al-Murtadha dan Fatimah Az-Zahra

'Ali Al-Murtadha-Fatimah Az Zahra
|
Imam Hasan (imam ke 2 syahid diracun) - Imam Husein (imam ke 3 syahid terbunuh) - Zainab Al Kubra

Anak cucu Imam Hasan as

Imam Hasan as
|
Hasan Al-Mutamma
|
Abdullah Al-Mahdi
|
Muhammad Al_Nafs Al Zakkiyah
|
Ibrahim
|
Idris (Imam Syi'ah Idrisiyah)

Anak Cucu Imam Husein as

Imam Husein as
|
‘Ali Zainal Abidin (imam ke 4 syahid diracun) – ‘Ali Akbar – ‘Ali Asghar
|
Zaid (imam syi’ah Zaidiyah) – Muhammad Al-Bakir (imam ke 5 syahid diracun)

Dari jalur Muhammad Al-Bakir

Muhammad Al-Bakir
|
Ja’Far As-Shadiq (imam ke 6 syahid diracun dan guru dari 3 imam besar ahlulsunnah)
|
Ismail (imam syi’ah Ismaliyah) – Musa Al-Kadzim (imam ke 7 syahid diracun) – Muhammad Al-Dibaj – ‘Ali Al-Uraidhi – Abdullah Al-Fatah

Dari jalur Musa Al-Kadzim

Musa Al-Kadzim
|
‘Ali Ar-Ridha (imam ke 8 syahid diracun)
|
Muhammad Al-Jawad Al-Taqi (imam ke 9 syahid diracun)
|
‘Ali Al-Hadi (imam ke 10 syahid di racun)
|
Hasan Al-Askari (imam ke 11 syahid diracun)
|
Muhammad Al-Mahdi Al-Muntadzar (imam ke 12 ghaib kubra)

SILSILAH WALISONGO

Jafar Ash-Shadiq (imam ke 6)
|
‘Ali Al-Uraidhi
|
Muhammad Al-Naqib
|
Isa
|
Muhammad Ilallah Al-Muhajir (Pemuka kaum Sayyid Awaliyyin yg hijrah ke hadramaut bertaqiyah karena hendak dihabisi oleh kekhalifahan yg berkuasa dgn cara mengikuti mazhab syafi’i )
|
Abdullah / Ubaidullah
|
Alwi
|
Muhammad
|
Alwi
|
‘Ali Khali’ Qasam
|
Muhammad Sabib Marbath
|
’Ali dan Alwi
|
Keturunan ‘Ali = Muhammad Al-Aqih Al-Muqaddam (pemuka kaum awaliyyin yg hjrah ke indonesia abad 17 Masehi).

Dari jalur Muhammad Sabib Marbath
|
’Ali dan Alwi
|
Keturunan Alwi = Abdul Malik (hijrah ke India pendiri kesultanan Adzamat Khan)
|
Abdullah Khan
|
Ahmad Jalal Syah
|
Jamaludin Husain Al-Akbar (hijrah ke kerajaan Bugis – Wajo pemuka islam di sulawesi)
|
Ibrahim Zain Al-Akbar (hijrah ke Aceh) – ‘Ali Nurul Alam –


Dari jalur Zain Al-Akbar melalui ‘Ali Murtadha (cucunya)

Ibrahim Zain Al-Akbar
|
Zainal Abidin Syah (samudera pasai)
|
‘Ali Murtadha dan Maulana Ishaq
|
Ahmad Rahmatullah (Sunan Ampel)
|
Hasyim Syarifudin (Sunan Drajat) – Ahmad Hasanudin (Sunan Lamongan) – Ibrahim (Sunan Bonang)
|
Zainal Abidin
|
Adipati Wilatikta
|
Raden Said (Sunan Kalijaga)
|
Umar Said (Sunan Muria)

Dari jalur Zain Al-Akbar melalui Maulana Ishaq (cucunya)

Ibrahim Zain Al-Akbar
|
Zainal Abidin Syah (samudera pasai)
|
‘Ali Murtadha dan Maulana Ishaq
|
Muhammad ‘Ainul Yakin (Sunan Giri)
|
Sunan ‘Ali Sumodiro
|
Fadhullah (Sunan Prapen)
|
Pangeran Kadilangu

Melalui Jalur ‘Ali Nurul Alam bin Jamaludin Husain Al-Akbar

Jamaludin Husain Al-Akbar
|
‘Ali Nurul Alam
|
Abdullah
|
Babullah (Sunan Ternate) – Syarif Hidyatullah (Sunan Gunung Jati)
|
Hasanudin (Sultan Banten)
|
Yusuf – Pangeran Maulana Yusuf

Melalui jalur Zainal Alam Barkat bin Jamaludin Husain Al-Akbar

Jamaludin Husain Al-Akbar
|
Zainal Alam Barkat
|
Maulana Malik Ibrahim (Hijrah ke Jawa) – Ahmad Zainal Alam
|
Abdurrahman Rumi dari Maja

DAPAT DIAMBIL KESIMPULAN DENGAN RINGKAS SBB :

RASULULLAH MUHAMMAD SAW
|
IMAM ‘ALI AL-MURTADHA BIN ABU THALIB
|
IMAM HUSEIN AS-SAYYID BIN IMAM ‘ALI AL-MURTADHA BIN ABU THALIB
|
IMAM ‘ALI ZAINAL ABIDIN bin IMAM HUSEIN AS-SAYYID
|
IMAM MUHAMMAD AL BAQIR bin IMAM ‘ALI ZAINAL ABIDIN
|
IMAM JA’FAR ASH-SHADIQ bin IMAM MUHAMMAD AL BAQIR
|
‘ALI AR-URAIDHI bin IMAM JA’FAR ASH-SHADIQ (Leluhur Jamaludin Husein Al-Akbar)
|
JAMALUDIN HUSEIN AL-AKBAR (LELUHUR WALI SONGO)
|
WALISONGO


Sabtu, Januari 09, 2010

muhammad Iqbal 9-01-10

Allamah Muhammad Iqbal: Kebebasan dan Rahasia Karbala, eits.. saya bukan syi’ah!!

Allamah Muhammad Iqbal adalah filsuf-penyair Muslim kenamaan yang lahir pada 9 November 1877 di Sialkot, Punjab, Pakistan.
dulu saya mengaguminya dan puisi-puisinya banyak yang menginspirasi saya.. walau pada akhirnya saya tidak sepenuhnya sepaham dengan jalannya. tapi tetap saya mengagumi kepekaam intuisi-nya.
dan ini salah satu puisi-nya mengenai kisah Husain bin Ali bin Abi Thalib. Cucu Nabi saw.

....

Siapa pun yang merapat kepada Yang Satu

maka telah dibebaskan dari penindasan

setiap berhala menuju di mana cinta berada

mukmin sejati, dan cinta baginya

cinta membuat segala sesuatu mungkin bagi kita

Akal tak mengenal belas kasihan; Cinta bahkan lebih,

lebih suci, lebih hidup, dan lebih berani

Tersesat dalam labirin sebab dan akibat

Itulah akal; Cinta dengan pasti hadir dalam medan

Aksi. Akal bulus merancang sebuah jebakan;

Cinta menaklukkan mangsa dengan senjata yang tepat dan kuat.

Akal kaya akan ketakutan dan keraguan; tetapi Cinta

telah memantapkan keputusan, keyakinan yang tak terkalahkan.

Akal bangkit untuk menciptakan sebuah keliaran;

Cinta membuang jauh-jauh kesia-siaan, untuk menjadikan segala sesuatu berbeda.

Akal itu murah, berlimpah layaknya udara;

Cinta sangat sedikit ditemukan, dan dengan harga yang mahal.

Akal berlindung di balik fenomena,

Tetapi Cinta telanjang dari jubah-jubah materi.

Akal berkata, "Percayakan dirimu sendiri kepada yang tampak"

Cinta menjawab, Ujilah hatimu, dan buktikan sendiri"

Akal melalui pemerolehan diberi tahu

tentang yang lain; Cinta dilahirkan dengan rahasi kemuliaan

dan menciptakan hubungan dengan Diri. Akal menyatakan

jadilah kaya dan berbahagialah; Cinta menjawab

jadilah seorang hamba, hingga engkau dapat bebas

Kebebasan menghasilkan kebahagiaan paripurna kepada jiwa Cinta

Kebebasan, sang pengarah kekuatan-pengendali Cinta

Apakah engkau tidak mendengar bahwa pada masa perang

Cinta dibenturkan dengan akal yang liar? Aku akan berbicara

tentang pemimpin besar dari segala manusia yang mencintai

Tuhan sejati, dialah pohon cemara yang tegak

di taman Rasul, dialah Anak Ali,1

yang ayahnya mengawali pesta pengorbanan

hingga ia dapat mendemonstrasikan sebuah sembelihan yang besar2

dan bagi pangeran dari umat terbaik itu

Rasul terakhir menyerahkan punggungnya

Untuk dinaiki, sebuah kafilah unta tengah melaju,3

Memerah darahnya karena keberanian Cinta yang cemburu

(tema itu menghiasi bait puisiku dalam keberanian yang indah)

kedudukannya sangat sentral dalam komunitas kami

seperti Katakanlah, Dia-lah Allah puji Kitab suci.4

Musa dan Firaun, Shabbir dan Yazid-5

dari kehidupan muncullah pontensi-potensi yang bertentangan itu

Kebenaran hidup dalam kekuatan Shabbir; ketidakbenaran adalah

kekejaman itu, penderitaan terakhir dari kematian yang memalukan.

Dan ketika Khilafah pertama kali memutuskan benangnya

dari al-Quran, maka ke dalam kerongkongan kebebasan telah dituangkan

sebuah racun yang mematikan, bak hujan yang menghapus awan

Suatu cahaya terang dari manusia terbaik telah bangkit

bukan dari Barat, untuk menumpahkan darah di Karbala,

dan tanah itu, yang sebelumnya kering kerontang,

ditaburi, saat ia gugur, oleh bunga-bunga tulip dari darah.

Di sana, hingga Hari Kebangkitan, tirani

telah dikalahkan untuk selama-lamanya; sebuah padang rumput

diciptakan ketika sumber hidupnya ditumpahkan.

Karena kebenaran itu sendiri adalah darahnya yang menetes ke tanah,

Mengapa ia menjadi benteng

keimanan kepada Tuhan yang satu. Apakah memang

ambisinya tertuju kepada kekuasaan duniawi,

bukanlah perbekalan seperti itu yang ia rencanakan

pada perjalanan terakhirnya, memiliki musuh-musuh

dalam jumlah yang tak terbatas seperti debu-debu padang pasir,

sementara sahabat-sahabatnya sama dengan jumlah nama-nama Tuhan.

Suatu misteri yang dilambangkan

dalam Ibrahim dan Ismail seluruh hidup

dan matinya tegak sampai akhir dalam pengabdian yang utuh.

Kuat bak sebuah gunung adalah solusinya,

keras, tak tergoyahkan menuju tujuannya

Mengangkat pedang untuk kejayaan agama

dan ia terhunus untuk mempertahankan Hukum (Tuhan)

Seorang Muslim, hanyalah hamba kepada Tuhan

Darahnya memberi tafsir kepada misteri-misteri tersebut,

dan membangunkan umat kita yang tengah terlelap.

Pedangnya menuliskan Tidak ada tuhan selain Allah

dan menumpahkan darah mereka yang mengungkapkan kebohongan;

mengukir di gurun pasir, selamatkan Agama

Dia menetapkan bagi semua untuk membacakan kata-kata pujian

atas pengorbanan kami. Dari Husain kita belajar

rahasia kitab suci, dan dengan sinarnya

menyalakan obor-obor kita. Mungkin kini telah jauh dari pikiran

kejayaan Damaskus, kemuliaan Baghdad,

serta keagungan Granada, semuanya hilang dari ingatan;

namun senar-senar yang ia petik bersama jiwa kita

tetap bergetar, bahkan iman kita tetap segar

berkat seruannya, Allahu Akbar, yang berhembus dengan lembut.

Duhai utusan dari mereka yang jauh,

bawalah air mataku ini kepada debunya yang suci.

Catatan:

1. Husain bin Ali bin Abi Thalib terbantai bersama 72 pengikutnya oleh pasukan Ubaidillah bin Ziyad di Karbala, Irak, pada tahun 61 Hijriyah / 640 Masehi
2. QS. Ash-Shaffat: 107
3. Sebuah hadis Nabi saw
4. QS. Al-Ikhlash: 112
5. Shabbir adalah panggilan Rasulullah saw kepada Imam Husain


Selasa, Desember 22, 2009

alamat - alamat shia internasional


AMERICA (UNITED STATES)
California

* Islamia Mosque
42 Dena Plaza, Concord Ave, Concord, CA 94518

* Islamic Center of North California
1433 Madison Street, Oakland, CA 94601
Phone Number: (415) 522-9591

* Ja'faria Islamic Society
7333 Wilcox Avenue, Cudahy California 90201
Phone Number: (213) 773-8114
Contact: Br. Shiraz Dharas

* Shia Association of Bay Area
2725 South White Road, San Jose California 95148
Phone Number: (408) 238-4109
Contact: Syed Mudassir Ali Shah

* Shia Ithna-Asheri Islamic Jamaat of Los Angeles
7925 Serapis Avenue, Pico Rivera California 90660
Phone Number: (310) 942-SHIA
Contact: Iqbal Somji

* Stockton Islamic Library
1223 stratford #8, Stockton, CA 95207
Phone Number: (209) 957-5130
Contact: Mahdi Saleh Hussein
Comments: Everybody is welcomed

* Zainabia Islamic Society
509 College Avenue, Claremont CA
Phone Number: 909/823-8490
Contact: Sajjad Kazmi
Contact E-Mail: zainabia_la@yahoo.com
URL: http://zainabia.net

* Institute of Islamic Philosophy and Mystical Thought
9010 Tobias Ave. #202, Panorama City, CA 91402
Phone Number: (818)830-0655
Contact: Ali Husain
Contact E-Mail: ali.h.husain@www.csun.edu

Connecticut

* Islamic Institute of Ahl'albait
82 Somerset Street, West Hartford, CT 06110
Phone Number: (860) 232-8954
Contact: Rifaat Bachir
Contact E-Mail: RBachir@ZipLink.net

Florida

* Islamic Education Center of Tampa
6450 Rockpointe Dr., Tampa Florida 33634
Phone Number: (813) 884-0847
Contact: Hamid Faraji or Dr. Rashid

Georgia

* Caravaan-e-Haider
4949 Memorial Dr. #33-46, Stone Mountain Georgia 30883
Phone Number: (404)298-6213
Contact: Asad Rizvi

* Sahebozzaman Islamic Center of Atlanta
4853 Old Mountain Park Rd.
Roswell, GA, 30075
Phone_Number: (770) 642-9411
Contact: Seyed Morteza Safavynia

* Zainabia Youth
1735 Seasons Parkway, Norcross, GA 30093
Phone Number: (770) 449-3055
Contact: Asad A.Rizvi
Contact E-Mail: Zainabia@hotmail.com

* Zainabia Islamic Educational Center
1100 Hope Road, Atlanta, GA 30350
Phone Number: (770) 645-5413
Contact: Haider Shirazi/Akbar Zaidi
Contact E-Mail: zainabia@hotmail.com

Idaho

* ISU Muslim Students Association
343 South 4th, Apt 3
Pocatello, ID 83201
Contact: Raza Zaidi, (208) 234-1130

* Imam Al Mahdi (AF) Islamic Center
1613 Orchard Street, Boise, Idaho 83706
Phone Number: 208-376-4467
Contact: Khuram R. Rizvi
Contact E-Mail: khuramrizvi@yahoo.com

Illinois

* Al Asr Organization of Chicago
6229 N. Albany Street, Suite # 2,
Chicago, IL 60659
Phone Number: 773-743-2617
Contact: Asif Raza
Contact E-Mail: qaisarabbas14@yahoo.com
URL: http://www.al-asr.com

* Islamic Education Center
2N121 Goodrich Ave, Glen Ellyn IL 60139-3371
Phone: (630) 469-5533 Fax: (630) 469-5598
Contact: Maulana Mehboob Mehdi Abidi
Contact Tel: (630) 871-6064
E-mail: Najafi@hotmail.com
Comments: P.O.Box 18381, Chicago, IL 60618-0381

* Midwest Association. of Shia Organized Muslims (MASOM)
6111 W. Addison, Chicago, IL 60634
Phone: (773) 283-9718
Contact: Mahmood Dhanji
Contact Phone: (773) 685-2588
E-Mail: Info@masom.com
http://www.masom.com

* United Muslims of America
One Bloomingdale Place, Suite 718
Bloomingdale, IL 60108 USA
Phone: (708)539-0786
Contact: Raza Haq

Maryland

* Idara-e-Jafria
3140 Spencerville Rd,
Burtonsville Maryland 20866
Phone Number: (301) 421-1962
Contact: Nazim Alvi
http://www.gcol.com/jafri

* Imamia Center Inc
P.O.Box 275, Lanham, MD 20706
Contact: W. A. Zaidi, 301-552-2912

* Islamic Education Center
7917 Montrose Road
Potomac, MD 20854 USA
Phone: (301) 340-2070, 340-6584
FAX: (301) 424-5089

Massachusettes

* Islamic Educational Center
47 Poplar St
Roslindale MA 02131-2505

* Islamic Ma'sumeen Center of New England
115 Wood Street,
Hopkinton Massachusettes 01748
Phone Number: (508) 497-3462

Michigan

* Ansar Imam Mahdi Islamic Educational Services
6345 Schaefer Rd.,
Dearborn, MI 48126
Phone Number: 313-508-2966
Contact E-Mail: Ansarimammahdi@aol.com

* Followers of Ahl-ul-Bayt Islamic Organization
P.O. Box 1841, Dearborn MI 48126
Phone Number: 313-933-7363
Contact: Kallil Kazan, Head of Public Relations

* Goodwill Charitable Organization
P. O. Box 1794
Dearborn, Michigan 48121

Project of Sponsoring Orphans in Lebanon
Project of Supporting Poor Families in Lebanon

Office:(313) 581-6113
Pager: (313) 840-7783
Fax: (313) 581-1355
Toll Free:(800) 734-3151

Contact Person: Ahmad A. Ghosn

* Kerbalaa Islamic Education Center
15332 W. Warren Ave. (Warren & Greenfield)
Dearborn, MI 48126
Contact: Sh. Hisham Hussaini
Phone: (313) 584-2077 Fax: (313) 584-2753

* Mosque of Imam Ali (AS)
6361 Whiteford Center Rd, Lambertville MI
Phone Number: (313) 856-8266
Contact: Dr. T. H. Refai

Comments: The mosque is in Michigan but on the Ohio border, serves N.W Ohio (Toledo) and S.E. Michigan. Services in Arabic, but will do translation if necessary by 'Allama Al Mujtahid Ayatullah As Sayyed Talib Al Husainy Ar-Refai (ha), who only speaks Arabic.

* The Fadak Foundation
7261 Middlepointe Rd.
Dearborn, Michigan 48126
Phone Number: (313) 582-7052
Contact: Kamyar M. Hedayat
Contact E-Mail: khedayat@med.wayne.edu

Comments: A not-for profit organization dedicated to the dessimination of the social, medical and religious aspects of Islam. Available for sale: prayer books, religious book marks, and pamphlets on Muslim patient health care.

* Islamic Institute of Knowledge
6345 Schaefer Rd., Dearborn, Michigan 48126
Phone Number: (313) 584-2570
Contact: Imam Abdl-Latif Berry
Contact E-Mail: islamicinst@starmail.com
URL: www.iiok.com

Minnesota

* Anjuman-e-Asghari Jaffery Islamic Center
10301 Jefferson Highway,
Brooklyn Park, MN 55429
Phone: (612) 424-4909 Recording
Contact: Hussein Walji (President)
Phone Number: (612) 533-2629

Missouri

* Shia Islamic Education Center
5904 Waterman, St.Louis Missouri 63112
Contact: Mohammed Shahriary

Nebraska

* Guidance (Al-Hedayah) Foundation
P.O. Box 84283, Lincoln NE 68501
Contact: Saeed Talebanfard, Abdul Lateef

New York

* Howza Ilmiyya Jami'a Wali-ul-Asr
P.O.Box 436, Medina, NY 14103
210-567-5993
Contact: Syed S. Hasan

* Imam Al-Khoei Islamic Center
89-89 Van Wyck Expressway, Jamaica, NY 11435
Phone: (718) 297-6520
Contact: Muhsin M. R. Alidina
Contact E-mail: Alkhoei@aol.com
http://www.al-khoei.org

* Islamic Institute of New York
55-11 Queens Boulevard, Woodside, NY 11375
(718) 651-5888
http://iiny.org

* Islamic Seminary
http://www.tiac.net/users/islam/index1.htm

* Plaques by Azra
Unique Islamic Gifts
80-10 51st Avenue, Elmhurst, NY 11373-4141
Phone Number: (718) 779-6505, fax (718) 779-6532
Contact: Sajjad Khalfan
Contact E-Mail: webmaster@azra.com
http://azra.com

* Shahe Najaf Islamic Center
124 Street, Brentwood NY 11717
Phone Number: 516-273-7353
Contact: Istafa Naqvi

* Shia Ithna-Asheri Jamaat of NY
48-67 58th Street, Woodside NY 11377
Phone: (718) 507-7680
Contact: Secretary

* Tahrike Tarsile Qur'an
Publishers and Distributors of Islamic Books
P.O. Box 1115
Corona, Elmhurst Station
Elmhurst, NY 11373-1115
Phone Number: (718) 779-6505
Contact: Br. Aunali Khalfan
Contact E-Mail: ttq@n-site.com
http://koranusa.org

New Jersey

* Shia Association of North America
Address: 144 Jacqueline Ave. Delran, NJ 08075-2122
Tel No. (609) 461-2221 or (609) 764-9650
Contact : Vilayeth Moosavi

* Muslim Foundation, Inc.
22 Tomar Ct, Bloomfield NJ 07003
Contact: Manzoor Rizvi

* Astane-Zahra
14 Mt. Vernon Road, Englishtown, NJ 07726
Phone: 908-446-0554
Contact: Mohammed Ali Naqvi

* Bait-ul-Qaim
337 Conrow Road, Delran, NJ 08075
Phone: 609-231-0357
Contact: Wilayat Moosvi

* Mehfile Shahe-Khorasan
36 Tenafly Road, Englewood, NJ 07631
Phone: 201-567-6577
Contact: Sultan Karamali

* Muslim Foundation, Inc.
22 Tomar Court, Bloomfield, NJ 07003-4014
Contact: Syed Rizvi or Nasir Shamsi
Fax: 973 338-7696

* Message of Peace, Inc. (Pyame Aman)
PO Box 390, Bloomfield, NJ 07003-0390
Contact: Hussen Syed or H. Rizvi
Contact E-Mail: hrizvi786@aol.com
Fax number: 973 338-7696
Comments: This is an organization that publishes Islamic books for children and adults on variety of topics.

* MFI Mosque Project
PO Box 8129, Bridgewater NJ 08807-8129
Contact: Iqbal Naqvi, Aftab Hussain
Contact E-Mail: hrizvi786@aol.com
Fax 973 338 7696
Comments: Building of the MFI complex

* Imam-a-Zamana-Foundation of North America
235 georgia road, freehold new jersey, 07728.
Contact: Dr. Moosa Jaffari at (732) 349-5111

North Carolina

* Islam Awareness Organization
P.O. Box 9237, Winston-Salem North Carolina 27109
Phone Number: (910) 759-8580
Contact: Husein Madhany

* ICJ ( Islamic Community of Jacksonville )
206 Henderson Dr., Jacksonville, North Carolina 28540
Phone Number: (910) 938-4598
Contact: R . A . Muhammad
Contact E-Mail: i.c.j@usa.net
URL: http://www.angelfire.com/nc/ICJ/index.html

Ohio

* Muslim Students Group
OCMR 1791, Oberlin Ohio 44074

* Jaffery Union of N.E. Ohio
189 Chapel Hill Dr. N., Warren Ohio 44483
Phone Number: 330-847-7280
Contact: Dr. Naushad Khimji

Oregon

* Islamic Center of Portland
4420 S W 110th Ave., Beaverton Oregon 97005
Phone Number: (503) 526-9305
Contact Person: Ali Houdroge

Pennsylvania

* Imamia Medics International (IMI)
P.O Box 338, 45 N. Union Ave.,
Lansdowne, PA 19050-9998
Phone Number: (516) 542-9181
Contact: Sarfaraz Hasni, MD

* Mahdieh
7420 Brockton Rd.,
Philadelphia, PA 19151
Phone Number: (215) 871-7656
Contact: Dr. M. Alavi
Contact E-Mail: alavi@voicenet.com
URL: www.mahdieh.org

* Islamic Studies Association
P.O. Box 630A Burrowes Hall, Millersville University,
Millersville Pennsylvania 17551-0302
Phone Number: (717)871-4641
Contact: Umar Abdullah-Johnson

* Shia Ithna-Asheri Jamaat of PA
1335 Chew Street
Allentown, PA
Contact: Asgar Bhallo (Secretary)
http://sijpa.org

Texas

* Anjuman Pasban-e-Aza
P.O.Box 770308
Houston, Texas 77215-0308
Phone: (713) 952-4384
Contact: Raza Zaidi or Imran Rizvi
Contact E-Mail: rzaidi@aol.com
http://www.pasban-e-aza.com

* Islamic Ahlul Bayt Association
P.O.Box 151231
Austin, TX 78715
(512) 291-9855
Contact: Hasnain Yusufali
Contact E-Mail: webmaster@iaba-austin.org
URL: http://www.iaba-austin.org


* Anjuman Haideria
Islamic Education Center - Houston
2313 S. Voss, Houston, Texas 77089
Phone number: 713-787-5000, 281-584-5706
Contact person: Jafar Nouchedehi
E-mail: jafar@aspentec.com
http://www.iec-houston.org

* Islamic Propagation Foundation
6315 Gulfton, Houston TEXAS 77274
Phone Number: (713) 981-4934
Contact: Syed Mohammed Alsuwaij

* The Metroplex Organization of Muslims in North America (MOMIN)
1019 Perry Road, Irving Texas 75060
Contact Phone - 972-554-0200

* Al-Hadi School of Accelerative Learning
2313 S. Voss, Houston, TX 77043
Phone Number: 713-787-0207
Contact: Jafar Nouchedehi
Contact E-Mail: jafar@aspentech.com

Virginia

* Kufa Center of Islamic Knowledge (KCIK)
AL-Kufa Newsletter, Monthly Message and Reply (email)
P.O. Box 11771, Roanoke, Virginia 24022-1771
Tel./Fax: (540) 563-8471
E-mail: alkufanewsletter@kufa.org or al_kufa@hotmail.com
http://kufa.org
Contact person: Amer A. AL-Zubaidi

* Mohammadia Center of Virginia
P.O. Box 15432, Alexandria, Virginia 22309
Phone Number: 703-256-9326
Contact: syed zulfiqar haider
Contact E-Mail: mohammadia@aol.com


Washington

* Zainab (A.S.) Organization of Greater Seattle
PO Box 5196 Lynnwood, WA 98046
http://www.zainab.org

ARGENTINA

* Organizacion Islamica Argentina
Condarco 345, Buenos Aires, 1406, Argentina
Phone Number: 4637-4907
Contact: Abdulkarim Medina
Contact E-Mail: akarim@topmail.com.ar

AUSTRALIA

* Imam Husain Islamic Centre
6 Lang Road, Earlwood, NSW, 2206
Australia
Phone Number: +61 29558 1114
Contact: Dr. (Sheikh) Mansour Leghaei
Contact E-Mail: mansour@connectivity.net.au
URL: http://www.iqra.org.au

* Al Zahra Muslim Association
9 Martin Ave Arncliffe, Sydney NSW 2205 Australia
Phone Number: (02) 95973553
Contact: Moussa Chahine
Contact E-Mail: azma@ozemail.com.au
URL: http://www.ozemail.com.au/~azma

BAHAMAS

* Ummat-ul-Muslimeen
Palmdale Ave., Palmdale
Nassau, West Indes
Phone: (242) 328-5227
Contact: Abdul Majeed
Contact E-Mail: Warrior@batelNET.bs

CANADA
Alberta

* ISLAMIC SHIA ITHNA'ASHERI JAMAT OF EDMONTON
4307-33 AVENUE, EDMONTON ALBERTA
CANADA
Phone Number: 403 463 4660
Contact: MAULANA SHAFIQ HUDDA - RESIDENT ALIM

British Columbia

* SHIA MUSLIM COMMUNITY OF BRITISH COLUMBIA
3360 SEXSMITH ROAD
RICHMOND, B.C., CANADA V6X 2H8
PH# (604) 270-3923, MAJLIS INFO (604) 279-1535

* VANCOUVER MUSLIM COMMUNITY
A1-6420 BERESFORD STREET
BURNABY, B.C., CANADA V5E 1B6
PHONE: (604) 430-2379, MAJLIS INFO (604) 430-0229

* ORGANIZATION FOR YOUNG SHI`AHS
3360 SEXSMITH ROAD, RICHMOND B.C. V6X 2H8
CANADA
Phone Number: (604)273-4786
Contact: HASNAIN & TAHERA

* Tayyiba Publishers & Distributors
P O Box 88003 Lansdowne Mall, Richmond B.C. V6X 3T6
CANADA
Phone Number: (604)273-4786
Contact: Hasan Ali & Tayyiba
Fax: (604) 279-0786
http://www.al-islam.org/publishers/tayyiba/


* Great Prophet Islamic Association
7753 Edmons Street, Burnaby, BC, V3N-1B9
Phone Number: (604) 515-4843
Contact: Abu Husayn
E-mail: Adham@sprint.ca


Ontario

* D.T.A. (Dawah & Tabligh Association)
1007 Strathmore St.
Windsor, Ontario N9C 3N2
Canada
Phone: (519) 254-5121
email: jomaa@uwindsor.ca

* Islamic Humanitarian Service
410 Pioneer Drive #6
Kitchener, Ontario N2P 1H6
Canada
Contact: Br. Shafiq Hudda
Phone: (519) 895-1381
Fax: (519) 895-2117

* Islamic Shia Ithna-Asheri Jamaat of Toronto
7340 Bayview Avenue
Thornhill, Ontario L3T 2R7
Phone Number: (905)881-1763
Contact: Shabbir Mohamed
Contact E-Mail: editor@jaffari.org
http://www.jaffari.org

* Islamic Shia Ithn'Asheri Community of London
48 Downing Street, London Ontario N6C 3C8
Phone Number: (519) 681-7829
Contact: Ali-Asgher Pardhan

* Shia world wide matrimonial service
http://www.matrimony.org/

* The Council of Islamic Guidance
The center is:
Al-Mahdi Islamic Center
510 Concession 3 Road, Pickering, Ontario, L1X 2R4
http://www.globalserve.net/~baqri
E-mail : asad@shaw.wave.ca

* Al Mahdi Youth Society
510 Concession 3 Road, Pickering Ontario L1X 2R4
Phone Number: (905) 837-1572
Contact: Br. Asad Jafri

* Islamic Shia Ithna-Asheri Association of Ottawa
3856 Richmond Road, Nepean, Ontario, K2H 5C4
Mailing address only: 37 Brady Ave, Kanata Ontario K2K 2R2
Phone Number: (613) 592-8368
Phone Number: (613) 829-6931 Recorded programs only
Fax: (613) 567-0731
Contact : Br. Mujahid Abbas Syed - President
Br. Shabbir Ramzanali Mawani - Secretary
Br. Mahmood G. Damji - Treasurer
Br. Syed Rashid Naqvi - Program Organizer

* Ahlul-Bayt Centre - Ottawa
2285 Saint Laurent Blvd, Unit 10, Row B, Ottawa Ontario K1G 5A2
Phone Number: (613) 526-1259
Contact: Leave a message and we will call you back

* Al-Huda Lebanese Muslim Society
10 Codeco Ct., Don Mills, Ontario M1R 1T1
Phone Number: (416) 446-0935
Contact: Khaled Kefel
Contact E-Mail: Al-Huda@ica.net

* Islamic Museum Toronto
328 Passmore Ave, Scarborough, Ontario M2K 2T6
Phone Number: 416-754 7906
Contact: Farhat Moosavi
Comments: The site provides info about Shiism. It also provides details
of the activities of the Islamic Museum. The site showcases
a comprehensive and categorized Shia links page.

Quebec

* Shia-ne Haidery International Association (SHIA)
2174 Belgrave Street, N.D.G.-Montreal QUEBEC H4A 2L8
Phone Number: (514) 483-1273
Contact: Husein Nazerali - President


GERMANY

* Islamischer Weg e.V.
Postfach 1321, 27733 Delmenhorst
Germany
Phone Number: fax 04221/44435
Contact: Br. Abu Hussain

* Muslim Studenten Vereinigung in Deutschland e.V.
Marbacher Weg 26a, Marburg Hessen 35037
Germany
Phone Number: ++49-6421-65535
Contact: Yaser El-Zayat

* Vereinigung Muslimischer Studierender Bremen (VMSB), Bremen, GERMANY
Phone Number: +49-0421-18548
Contact: Br. G. Khan & Br. Taner

HUNGARY

* TUB Technical University of Budapest
Bartsk Bila Ut. 152, Budapest
Hungary



HONG KONG

* Hong Kong Shia Ansa-I-Ashri Association
3/F., 69 Wyndham Street, Central, (SAR) Hong Kong.
Phone Number: (852) 28401454


INDIA

* Haji Naji Memorial Trust.
Ambachowk, Near Police Station.
Bhavnagar. 364002, Gujarat
Phone Number: 0091-278-423746
Contact: Gulam Hussain
Contact E-Mail: iscship@ad1.vsnl.net.in

* Imaan Foundation / Jafari Observer
Najafi House,
159 Nishanpada Road off Imam Hussain (as) Chowk
Mumbai 9

* Ja'fari Observer
Najafi house, Nishanpada Road, Bombay, Maharashtra, 400009
Phone Number: 3720350
Contact: Mohammed Haider
Contact E-Mail: jafari_observer@hotmail.com

* Safina-tul-Hidaya Trust
40-41 Imambara Lane
New Delhi, Metropolitan 110051
Phone Number: +91 11 2206727
Contact: Al-Gharavi

* Tanzim-Ul-Makatib
Gola Ganj, Lucknow, up 226018
Phone Number: 91-522-215115
Contact: Safi Haider
Contact E-Mail: SAFIHAIDER@YAHOO.COM

* Al Madrasha
Mohamedali Road, Mumbai, Maharashtra 400003, India
Contact: Altaf Husein
Contact E-Mail: zainab@giasbmc.vsnl.net.in

* World Islamic Network
67/69 Hazrat Abbas (a.s.) Street, Mumbai, Maharashtra 400 009 India
Phone Number: 377 3648
Contact: Imran Abdul Rasool
Contact E-Mail: win@bom4.vsnl.net.in
URL: www.winislam.com


INDONESIA

* Yayasan Fatimah ( Fatimah Islamic Organization )
Jl. Batu Ampar III No.14 Condet
Jakarta, Timur, Indonesia
Phone Number: 62-21-80880066
Contact: Hery
Contact E-mail: yayasan_fatimah@yahoo.com
URL: http://fatimah.spancity.com



* Bab-Ilm Islamic Foundation
Jl. KH. Wahid Hasyim No. 55
Jember 68137, Indonesia/Jawa Timur
Phone Number: 0331-483147
Contact: Jamaluddin Asymawi
Contact E-mail: bab_ilm@telkom.net


ITALY

* Associazione Islamica "Ahl-Al-Bait"
Confalone, 7, Napoli, 80136 Italia
Phone Number: (+39) 0815441587
Contact: Ammar De Martino
Contact E-Mail: ilpuroislam@iol.it
URL: http://www.shia-islam.org

KUWAIT

* Shia Association of Kuwait
P.O.Box 25628, Code 13117
Safat, Kuwait
Phone Number: (965)539-8395.(965)244-3408
Contact: Sajid A.Rizvi

* Husainiyat Al-Yasseen
Block 4, street 14, building 13, Al-Mansouriyah, Kuwait
Phone Number: 011-965-2541718
Contact: Ali Ibn Bu'Ayish
Contact E-Mail: 4fp1alhamada@vms.csd.mu.edu
URL: http://www.karbala.com
Comments: Maqtal Imam Hussain, Peace be upon Him, by Sayyid Ameen Ibn Sayyid Jawad Shubbar.



LEBANON

* Editions Africaines
P.O.Box 3176, Beirut, Lebanon
Contact: Mohamed El-Zein
Contact E-Mail: wbookpub@inco.com.lb
URL: http://www.arabook.com/arabook/editions/edmain.htm
Comments: Islamic book publisher and distributor

MALAYSIA

* Al-Jam'iyah Al-Khairiyah
7, Pesiaran Lidcol, Jalan Yap Kwan Seng,
Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan
Malaysia
Phone Number: 03-4511803
Contact: Mr.Alatas

MAURITIUS

* Shia Ithna Asheri Jamat of Mauritius
57, Madad ul islam street, Port- Louis
Mauritius
Phone Number: 2406539
Contact: Raza Hussein Kassamally Esmael

NEW ZEALAND

* Islamic Ahl-ul-Bayt Foundation of New Zealand
P.O. Box 9962
Newmarket, Auckland, New Zealand
Phone Number: 64 - 9 - 525-6533
Fax Number: 64 - 9 - 525-8083
Contact: Mohamed Raza Rashid (Secretary [Trustee])
Contact e-mail: ahlulbayt@xtra.co.nz

PAKISTAN

* Al-Gardez
Mohallah Shah Gardez, Undroon Bohar gate, Multan
Contact: Hassan Shezad
Contact E-Mail: agardazi@paknet4.ptc.pk
www.angelfire.com/al/Gardez
Comments: Al-Gardez is a non-profit organization working to spread the word of the Ahlul-Bait across Pakistan.

* Anjuman All A Aba Saddat Wastian Shadhora
Imam Barga Saddat, Alipur Chatta District Gujranwala, Punjab, Pakistan
Phone Number: 92 431 267270
Contact: Syed Imran Raza Zaidi
Contact E-Mail: imran@compcare.com.pk

* Anjuman Darbar-e-Hussain
Jarrar Zaidi Shaheed, Sheihkhupura, Punjab, 3068, Pakistan
Phone Number: 04931-53488
Contact: Ali
Contact E-mail: Aly@myownemail.com

* Imamia Marriage Network
c/o Imam Bargah Hussainia, Gujrat, Punjab 50700 Pakistan
Phone Number: 092-4331-525391
Comments: Mail us personal data of your children and your
requirements. After careful evaluation we shall contact you for
the nearest match available.

* Imamia Student Organization Pakistan
5 Wahdat Road Muslim Town, Lahore, Punjab, Pakistan
Phone Number: 5834689 FAX 5831555
Contact: Sarfaraz Hussain
Contact E-Mail: pathanht@pes.comsats.net.pk

* Sada-e-Khairulamal
R-298 Sec 11c 3, Karachi, Sindh 75535, Pakistan
Phone Number: 021-6905211
Contact: Jamal
Contact E-Mail: sj_haider@yahoo.co.uk

* Shia , Sunni Ittehad
Near Masjid Al-Qaim Suraj Miani
Multan, Punjab, 60000, Pakistan
Phone Number: 009261-571412
Contact: Siddiqui
Contact E-Mail: MULJA@MUL.PAKNET.COM.PK

* Tahreek-e-Jaffria of Pakistan
71-C Chirah Road, Sattalite Town, Rawalpindi
Ph. (0092-51-4421157-60) Fax (0092-51-4451150)
Contact: Gulam Haider Hyderi
Contact E-Mail: tjp@apollo.net.pk
URL: http://www.tjpak.org

* World Ahle Bait Women Organization
H# 6 Noor pur Shahan, Islamabad, Pakistan
Phone Number: 278775
Contact E-Mail: najafi@rafed.net
URL: http://wawo.cjb.net

PORTUGAL

* Shia Ithna-Asheri Muslim Jamaat of Portugal
R. Antsnio Nobre, n: 2, 1: Esq., 2800 Almada, Portugal, Almada - 2800
Portugal
Phone Number: 351-1-2754203
Contact: Safdar Bachir

SINGAPORE

* Islamic Fellowship Association
39 Ernani Street, Singapore Singapore 458644 NA
Singapore 458644
Phone Number: (65)2413327
Contact: Ameerali Abdeali

* Muslim Youth Assembly
Bukit Batok Central P.O.Box 0296 Singapore 9165,
Singapore
Phone Number: 5645990 Fax 5643463
Contact: Samsudin Atan

SOUTH AFRICA

* Ahlul Bayt Foundation of South Africa
9 Port Jackson Road Lincoln Estate, Cape Town Western Cape 7764
South Africa
Phone Number: 27-21-633-1574
Contact: Mariam Navsa

SOUTH KOREA

* Ali Mola Org
pupyung ku,Shipjung 2 dong 578-7
Inchon City, Inchon, S. Korea
Phone Number: 82-011-417-5319
Contact: Naveed Shah
Contact E-Mail: alishahbaba@yahoo.com

SWEDEN

* Muslim Shia Församling (Community) of Trollhättan
Lextorpsv. 976
Trollhättan
Phone Number: +46 520 703 33, 703 34
Contact: Shafique Govani
Contact E-Mail: shafique@algonet.se

* "The Young Muslim In Europ"
FatbursBrunsg.13, Stockholm, 118 28, Sweden
Phone Number: 08- 720 21 36
Contact: Hamid Ali Al Mostafa
Contact E-Mail: hamidalshamaa@hotmail.com

* Zainabia Islamic Centre
Mjolnergatan 11
195 51 Marsta
Sweden
Phone Number: +46 8 591 29 786
Contact: Mohamed Rai
http://home2.swipnet.se/~w-27765/


UNITED KINGDOM
Leicester

* International Islamic Link
24 Shanti Margh
Leicester, Midlands, LE4 6SN
Phone Number: +44 116 2612157
Contact: Sayed Razavi
Contact E-Mail: szr@iislamiclink.prestel.co.uk

London

* Al-Hujjat
P.O Box 11067
London E17 4UY
E-mail: al-hujjat@mahdi.clara.net
URL: www.al-hujjat.grid9.net

* Al-Khoei Foundation
Chevening Road, London NW6 6TN
Phone Number: +44(0171)-3724049
Contact: Nadeem A. Kazmi

* Hydery Islamic Center
26 Estherem Road, London SW16 5PQ
Phone Number: 0181 769 7553
Contact: Murtaza Bharwani

* Imam Khoei Islamic Centre
28A St Helen Road (Next to Crown Court),
Swansea, Wales, SA1
Phone Number: 44-1+44(0) - 1792 - 458372
Contact: Syed Saleem Ahmed
Contact E-Mail: chahmed@swan.ac.uk
http://www.ummah.net/khoei

* International Colleges for Islamic Studies
144-189 Cricklewod Broadway,
London, NW2 6NN, U.K.
Phone Number: (44)181 450 8383
Contact: Ali Morsel
Contact E-Mail: icis@ayna.con
URL: http://mypage.ayna.com/icis

* Islamic Centre of England-London (ICEL)
5 St. Mary's Mansions, London W2 1SY
Phone Number: 0171 285 0526
Contact: Hyder Shirazi

* The Islamic Digest On Line
London, Middlesex
Phone Number: +44 0 181 423 6832
Contact: Shabbir R Hassanally
Contact E-Mail: shabbir@irisid.com
Comments: A new Islamic E-Zine you must read!

* Islamic Human Rights Commission
P.O.Box 598, Wembley, HA0 4XX
Phone Number: (+44) 181 931 1919 Fax (+44) 181 931 1920
E-Mail: ihrc@dial.pipex.com
URL: http://members.tripod.com/~Bregava/index-9.html

* Islamic Universal Association
20 Penzance Place, London England W11 4PG
Phone Number: +44 0171 6025273
Contact: SMH Faghihe-Moussavi

* Sakina Trust
21 Alexandra Road, London Walthamstow E17 8DU
Phone Number: +44 (0181) 925 7940
Contact: S A Bukhari

* World Ahlul-Bayt Islamic League
17A Phillimore Gardens, London, England NW10 3LL
Phone Number: 44-181-4598475
Fax: 44-181-451 7059
Contact: Sayd Mohammed Al-Musawi
Contact E-Mail: wabil@wabil.demon.co.uk
Comments: Wabil is a non profit organization dedicated to the service of Ahlul-Bayt. It has a wide range of activities involving educational, medical, charitable works and most importantly, the spread of Ahlul-Bayt teachings across the world.

Middlesex

* Mehfil-e-Ali
Shia Ithnasheri Community of Middlesex
North Harrow Assembly Hall, Station Road,
North Harrow Middlesex
Phone Number: 0181-861-1500
Contact: Mustafa Walji

* World Federation of KSIMC
Wood Lane, Stanmore, Middle Sex
Phone Number: 44-181-9549881
Contact: Br. Muhsin Jaffer
http://www.dircon.co.uk/worldfed


* Mehfil-e-Imame Zamana
Moelyn Mews, Harrow, Middlesex, England
Phone Number: 0181-861-0786
Contact: Raza Juma
Contact E-Mail: al-mahdi@dircon.co.uk

Bradford

* One Nation Society
54 Rugby Place, Bradford England
Contact: Faisal Zeeshan
aandaz@brad.ac.uk

Leeds

* K. S. I Muslim Community
168 Beeston Road Beeston, LEEDS, ENGLAND LS11 8BD
Phone Number: 01132765558
Contact: Rizvi

Sussex

* Innovative Minds
17 Brisbane Close, Crawley, Sussex RH11 7UE UK
Phone Number: 01293 525792
URL: http://www.inminds.com
Comments: Innovative Minds specialises in producing
Islamic Software. Developers of Islamic Thought CD-ROM

ZIMBABWE

*
Ahlul-Bayt (A.S) Foundation of Zimbabwe
c/o 19 Woodholme Rd, Emerald Hill
Harare, Mashonaland
Zimbabwe
Phone Number: (263-11) 401302
Contact: Turab Asharia
Contact E-Mail: ali@primenetzw.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More